Perang AS-Iran Memanas, Simpanan Dolar AS di Luar Negeri Cetak Rekor Rp252.285 Triliun
WASHINGTON - Simpanan dolar AS di luar negeri (offshore) mencapai rekor baru sebesar USD14,5 triliun atau setara Rp252.285 triliun seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah krisis akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran. Lonjakan tersebut mencerminkan peran dolar yang tetap dominan dalam sistem keuangan global meski terjadi gejolak geopolitik.
Dikutip dari AA Stock, peningkatan permintaan dolar juga terlihat dari penggunaannya dalam transaksi internasional. Data Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) menunjukkan pangsa dolar dalam pembayaran global naik menjadi 51,1% pada Maret 2026 dari 49,2% pada Februari.
Konflik geopolitik menjadi salah satu pemicu utama penguatan dolar. Ketegangan meningkat sejak akhir Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran, yang kemudian direspons dengan penutupan Selat Hormuz sehingga mengganggu arus energi global.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar dan mendorong negara-negara, terutama produsen minyak di Timur Tengah, meningkatkan permintaan dolar sebagai aset lindung nilai. Eskalasi konflik berlanjut pada awal Mei ketika terjadi insiden militer di kawasan Teluk Persia.
Di tengah kondisi tersebut, indeks dolar AS bergerak stabil dan menunjukkan ketahanan meski masih berada di bawah level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Stabilitas ini didukung oleh arus permintaan global terhadap dolar di tengah ketidakpastian.
Meski demikian, pangsa dolar dalam cadangan devisa global tercatat menurun menjadi sekitar 57% dari sebelumnya lebih dari 65% satu dekade lalu. Sejumlah bank sentral mulai melakukan diversifikasi cadangan, termasuk dengan meningkatkan kepemilikan emas.
Baca juga:
Apel Siaga PPIH Makassar: 16.750 Jemaah dari 8 Provinsi Siap Diberangkatkan
Sejumlah analis menilai belum ada mata uang yang mampu menggantikan posisi dolar dalam waktu dekat. Faktor seperti keterbukaan pasar, fleksibilitas nilai tukar, dan kedalaman sistem keuangan masih menjadi keunggulan utama dolar dibandingkan mata uang lain.
Rekor simpanan dolar di luar negeri tersebut mencerminkan dinamika struktural ekonomi global, termasuk defisit perdagangan Amerika Serikat dan kebutuhan likuiditas internasional embuat dunia tetap bergantung pada sistem keuangan berbasis dolar.

Comments (0)
There are no comments yet