Bukan Membunuh tapi Menumbuhkan: Kejutan Iswan Bintang Ubah Simbol Kematian Jadi Kehidupan
MAKASSAR – Ada alasan kuat untuk tidak sekadar lewat begitu saja di area Live Murals Makassar Biennale 2025 yang akan digelar di Nipah Park mulai 22 hingga 30 November ini. Di antara deretan seniman yang berpartisipasi, Iswan Bintang disinyalir tengah menyiapkan sebuah "sabotase visual" yang akan mempermainkan persepsi pengunjung.
Dikenal dengan gaya neo-expressionism yang meledak-ledak dan palet warna neon yang berani, Iswan kali ini tidak hanya membawa estetika, tetapi juga teka-teki.
Dalam karya terbarunya yang bertajuk “Tumbuh Dari Yang Runtuh”, Iswan menantang pengunjung untuk bersiap "tertipu". Sekilas pandang, mata pengunjung akan menangkap siluet yang familiar dan mengintimidasi: Badik. Insting publik (terutama masyarakat Bugis-Makassar) mungkin akan langsung bersiaga mengharapkan narasi tentang ketajaman besi, keberanian, atau simbol yang memutus nyawa.
Namun, justru di situlah letak kejutannya.
Iswan mematahkan ekspektasi tersebut dengan mengubah takdir sang senjata. Di ujung hulu tempat bilah tajam seharusnya menghunus, pengunjung tidak akan menemukan logam dingin, melainkan sebuah kelembutan yang mustahil: sebatang mawar yang tumbuh mekar.
Baca juga:
Kabag Pemerintah Pemkot Palopo Meninggal, Dikabarkan Serangan Jantung
Karya ini menjadi paradoks visual yang menampar logika. Badik yang selama ini identik sebagai "titik akhir" (alat penghenti), oleh Iswan diubah menjadi "titik awal". Tangan-tangan yang divisualisasikan muncul dari akar bukanlah tangan yang menggenggam kekerasan, melainkan akar liar yang menjalar dari keruntuhan, menolak untuk mati, dan justru menopang kehidupan baru.
"Seluruh komposisi bekerja melalui ketegangan antara apa yang dulu memutus dan apa yang kini menumbuhkan," ungkap Iswan.
Karya mural ini sangat selaras dengan tema besar Makassar Biennale 2025: REVIVAL. Iswan menerjemahkan kebangkitan bukan sebagai sesuatu yang mulus, melainkan proses rebel di mana keindahan (mawar) justru lahir dari luka atau keruntuhan masa lalu.
Bagi para pecinta seni urban dan pemburu visual unik, aksi Live Mural Iswan Bintang di Nipah Park nanti adalah momen pembuktian: bagaimana sebuah dinding bisa mengubah benda yang paling ditakuti menjadi simbol harapan yang paling dicari.
Jangan lewatkan proses kreatifnya bersama seniman lain seperti Dally Mozartdy, Manifesto 09, Makkomikki, Mgivv, dan Kadokerr di Nipah Park, 22–30 November 2025.

Comments (0)
There are no comments yet