Workshop Manajemen Pertunjukan hingga Penulisan Naskah Ramaikan Festival Teater Cerita Rakyat Sulsel
MAKASSAR, Mengabari.com — Festival Teater Cerita Rakyat Sulawesi Selatan 2026 tak hanya memanjakan penonton dengan pertunjukan seni panggung. Di sela-sela pementasan, festival ini juga menggelar serangkaian workshop yang terbuka luas bagi pelaku teater, mahasiswa seni, komunitas budaya, hingga masyarakat umum yang ingin mengenal lebih jauh dunia pertunjukan.
Workshop digelar sepanjang pelaksanaan festival dengan menghadirkan sejumlah fasilitator berpengalaman di bidangnya masing-masing.
Manajemen Pertunjukan hingga Penyutradaraan
Workshop pertama mengangkat tema manajemen pertunjukan yang dibawakan oleh Wildan Noumeiru. Peserta mendapat bekal materi soal tata kelola produksi, cara membangun jaringan, strategi pengelolaan penonton, hingga pentingnya dokumentasi artistik dalam ekosistem teater modern.
Selanjutnya, workshop penulisan naskah dipandu Yudhistira Sukatanya. Sesi ini membahas cara mengembangkan cerita rakyat menjadi naskah dramatik yang relevan dengan konteks kekinian.
“Cerita rakyat Sulawesi Selatan memiliki lapisan filosofis dan konflik dramatik yang sangat kaya. Tantangannya adalah bagaimana mengolahnya menjadi bahasa panggung yang dekat dengan generasi hari ini tanpa kehilangan akar budayanya,” kata Yudhistira.
Baca juga:
Jelang Hadapi Persis Solo, Persebaya Dipastikan Menurunkan Trio Pemain Asal Brasil
Dua sesi lainnya menghadirkan Rahman Nurzaman untuk workshop keaktoran dan Dr. Asia Ramli untuk workshop penyutradaraan.
Jawab Keterbatasan Akses Pengembangan Seni di Daerah
Panitia festival menyebut program workshop ini hadir sebagai respons atas kondisi yang selama ini dihadapi banyak kelompok teater di daerah, yakni terbatasnya akses terhadap ruang belajar dan pengembangan kapasitas artistik.
Festival Teater Cerita Rakyat Sulawesi Selatan 2026 didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana dan LPDP. Dukungan ini dinilai menjadi penopang penting bagi keberlangsungan ruang-ruang kebudayaan di luar pusat.

Comments (0)
There are no comments yet