Dimas Aditya Taklukkan Teror di Hutan Sumatera Barat: Beradu Akting dengan 'Parewa' hingga Kehilangan Orientasi Waktu
JAKARTA — Aktor Dimas Aditya kembali ke layar lebar lewat film horor Urang Bunian, produksi Darihati Films (DHF Entertainment). Bagi Dimas, ini bukan sekadar proyek akting biasa. Ini perjalanan emosional untuk memperkenalkan mitos legendaris dari tanah leluhurnya, Minangkabau.
Film garapan sutradara Rendy Herpy ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 17 September 2026. Urang Bunian mengeksplorasi kisah entitas gaib yang telah lama menjadi bagian dari sastra lisan masyarakat Sumatra Barat.
Tantangan Beradu Peran dengan Sang "Parewa"
Salah satu momen paling berkesan bagi Dimas selama syuting adalah saat harus berhadapan langsung dengan tokoh bernama Parewa. Karakter ikonik ini diperankan oleh Bang Pinto, seorang sastrawan sekaligus aktor panggung senior asal Minang.
Dimas, yang berperan sebagai Kapten Teddy, seorang dokter militer, mengaku sempat gugup saat berada dalam satu bingkai dengan sang sastrawan. Menurut suami aktris Tika Bravani ini, aura dan energi panggung yang dibawa Bang Pinto sangat kuat hingga memberikan kesan intimidatif yang nyata.
"Begitu face-to-face di depan kamera, energinya luar biasa. Dia punya sense of appearance yang membuat saya merasa, 'Wah, serem ya orang ini.' Itu jadi tantangan tersendiri bagi saya untuk menyesuaikan intensitas akting," kata Dimas saat ditemui di Gala Premiere film Urang Bunian di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2026).
Perjuangan Fisik di Hutan Lebat
Tak hanya tantangan mental, proses syuting yang dilakukan langsung di kawasan hutan Sumatra Barat juga menguras fisik. Vegetasi yang sangat rapat dan rimbun membuat para kru dan pemain kerap kehilangan orientasi waktu.
"Capek banget. Di dalam hutan itu kita sampai tidak tahu ini sudah sore atau malam karena saking gelapnya. Patokan waktu kami cuma saat masuk waktu salat saja," kenang aktor berusia 41 tahun tersebut.
Misi Mengangkat Identitas Budaya
Sutradara Rendy Herpy mengungkapkan bahwa film ini lahir dari kegelisahan masa kecilnya terhadap kekayaan mitos lokal yang jarang diangkat ke layar lebar secara serius. Melalui riset panjang, Rendy berusaha mengemas urban legend ini menjadi tontonan horor yang berkelas namun tetap menjaga nilai budayanya.
Bagi Dimas Aditya, keterlibatannya dalam film ini adalah bentuk kebanggaan sebagai putra daerah. Meski awalnya ia berharap bisa memerankan tokoh asli Minang, ia tetap antusias memerankan sosok pendatang yang harus berurusan dengan teror tak kasat mata di tengah hutan belantara.
Selain Dimas Aditya, film yang diproduseri oleh Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto ini juga diperkuat oleh deretan aktor ternama seperti Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan aktris watak Ruth Marini.
Siapkan nyali Anda, karena misteri dari pedalaman Sumatra ini siap menebar teror di seluruh bioskop tanah air mulai Kamis depan!