Kopi Bikin Gula Darah Naik? Tenang, Ahli: Justru Turunkan Risiko Diabetes! Simak 5 Tips

JAKARTA - Kafein dalam kopi bisa memengaruhi gula darah, terutama pada penderita diabetes. Begini penjelasan ahli dan tips mengurangi risikonya.

Kopi menjadi minuman favorit banyak orang untuk memulai hari. Tak sedikit yang mengonsumsinya setiap hari agar tubuh terasa lebih segar.

Namun, muncul anggapan bahwa kopi bisa memengaruhi kadar gula darah. Kondisi ini membuat sebagian orang ragu untuk menikmati secangkir kopi.

Kabar baiknya, kopi tetap bisa dinikmati tanpa harus khawatir berlebihan. Asalkan, cara mengonsumsinya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

1. Kopi Bisa Memengaruhi Gula Darah

Minum kopi setiap hari dapat memengaruhi kadar gula darah. Namun, efeknya tidak selalu sama pada setiap orang.

"Efek kopi terhadap gula darah bergantung pada dosis, kondisi biologis tiap orang, serta cara dan waktu mengonsumsinya," ujar Candace Pumper, ahli gizi terdaftar di The Ohio State University Wexner Medical Center.

Respons tubuh dipengaruhi metabolisme, jumlah kafein, serta waktu minum kopi. Karena itu, ada yang mengalami lonjakan gula darah, ada pula yang tidak.

2. Kafein Jadi Penyebab Utama

Kafein dapat merangsang pelepasan hormon stres seperti adrenalin. Hormon ini bisa mengganggu kerja insulin dalam mengatur gula darah.

"Kafein dapat memengaruhi respons insulin dan kadar gula darah, terutama pada orang dengan resistensi insulin atau diabetes tipe 2," jelas ahli gizi Candace Pumper.

Selain itu, hati akan melepaskan cadangan glukosa ke aliran darah. Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkat dalam waktu singkat.

3. Minum Kopi Saat Perut Kosong Tidak Disarankan

Kafein lebih cepat diserap tubuh saat perut kosong. Kondisi ini dapat membuat lonjakan gula darah lebih mudah terjadi.

"Tingkat penyerapan kafein lebih cepat saat perut kosong. Hal itu bisa memicu lonjakan gula darah yang lebih nyata," kata ahli gizi Candace Pumper

Agar lebih aman, konsumsi kopi setelah makan atau bersama camilan. Cara ini membantu memperlambat penyerapan kafein.

4. Pilih Kopi dengan Cermat

Batasi penggunaan gula, sirup, atau krimer manis pada kopi. Pilih pemanis seperti stevia, monk fruit, atau allulose bila diperlukan.

Jika sensitif terhadap kafein, pilih kopi half-caf atau decaf. Alternatif lain seperti teh hijau atau teh hitam juga bisa dicoba.

Ahli gizi Candace Pumper mengayakan bahwa minum kopi bersama makanan dapat membantu memperlambat penyerapan kafein dan mengurangi lonjakan gula darah.

5. Kopi Tetap Punya Manfaat Jangka Panjang

Meski bisa memicu lonjakan gula darah sesaat, kopi tidak selalu berdampak buruk. Sejumlah penelitian justru menemukan kaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah.

"Studi jangka panjang menunjukkan konsumsi kopi yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah," kata Andrew Odegaard, profesor madya dan pakar gizi serta diabetes tipe 2 di UC Irvine Joe C. Wen School of Population & Public Health.

Menurut Odegaard, manfaat tersebut diduga berasal dari kandungan antioksidan dan senyawa antiradang dalam kopi. Kandungan itu dapat membantu menyeimbangkan efek kafein dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar