Mahasiswi UNIFA Tetap Ikut Wisuda Meski Alami Cidera Sehari Sebelum Yudisium: “Yang Kupikir Hanya Skripsiku”
Makassar, 21 Oktober 2025 - Momen wisuda menjadi hari paling dinanti bagi setiap mahasiswa. Namun bagi A. Natasha Lutfia, wisuda kali ini bukan hanya tentang toga dan ijazah, melainkan tentang keteguhan hati di tengah ujian tak terduga.
Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Fajar ini mengalami cidera sehari sebelum pelaksanaan yudisium, saat tengah menyelesaikan urusan tanda tangan dosen penguji untuk berkas skripsinya.
“Pagi itu sebenarnya hanya ingin mengambil tanda tangan Ibu Soraya dan Ibu Rahmita. Namun karena ada berkas yang tertinggal di rumah, saya kembali sebentar. Di jalan, tiba-tiba motor dan badan saya terpental hingga terbentur tembok got. Yang pertama kali terpikirkan hanyalah berkas skripsi saya,” ungkap Natasha mengenang kejadian tersebut.
Meskipun mengalami cedera cukup parah pada bagian kaki, Natasha tetap berusaha tenang. Bahkan dalam keadaan terjatuh, yang ia khawatirkan bukan dirinya, melainkan berkas dan laptop yang ikut basah akibat insiden tersebut.
“Perasaan saya waktu itu benar-benar kacau. Sambil menangis, saya bilang kepada warga yang menolong, ‘Om, berkas skripsi dan laptop saya!’” kenangnya.
Rasa putus asa sempat muncul. Ia bahkan mengaku hampir memutuskan tidak hadir dalam prosesi wisuda karena khawatir merepotkan banyak orang. Namun, dukungan dari keluarga dan teman-teman menjadi sumber kekuatan yang membangkitkan semangatnya.
“Mama saya sampai menyewakan kursi roda agar saya bisa tetap ikut wisuda. Teman-teman juga menyemangati dengan bilang, ‘Masa sudah empat tahun berjuang tapi tidak ikut wisuda?’ Akhirnya saya memberanikan diri hadir,” ujarnya penuh haru.
Saat prosesi wisuda berlangsung, suasana menjadi penuh kehangatan dan empati. Pihak panitia turut membantu Natasha selama acara, bahkan Rektor Universitas Fajar, Dr. Muliyadi Hamid, SE., M.Si., dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial, Dr. Yusmanizar IB Hernald, S.Sos., M.I.Kom., turun langsung dari podium untuk memindahkan tali toga dan menyerahkan ijazah.
Baca juga:
Wali Kota Palopo, Naili Trisal Terima Anugerah Konstruksi Terbaik II Se-Sulawesi
“Saya benar-benar terharu. Kukira tidak akan diperhatikan, tetapi semua menunjukkan kepedulian mulai dari panitia wisuda, teman-teman, hingga Bapak Rektor dan Ibu Dekan. Bahkan Ibu Soraya memberikan pelukan hangat di akhir prosesi. Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari Universitas Fajar,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Ibu Soraya Firdausy, S.I.Kom., M.I.Kom., turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap semangat yang ditunjukkan Natasha.
“Wisuda merupakan momen yang membanggakan, bukan hanya bagi wisudawan, tetapi juga bagi keluarga dan orang-orang yang mendukung mereka. Namun pelaksanaan kali ini penuh haru. Semangat dan ketabahan Natasha patut menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.
Bagi Natasha, wisuda bukan hanya penutup perjalanan kuliah, melainkan simbol perjuangan dan rasa syukur. Di balik luka fisik, ada tekad kuat untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.
“Saya belajar bahwa kesuksesan tidak selalu datang dalam keadaan sempurna. Kadang justru di tengah keterbatasan, kita menemukan arti perjuangan yang sebenarnya,” tutupnya.

Comments (0)
There are no comments yet