Danny Pomanto, "Antibodi" Baru PDIP Sulsel

Ramli - News
26 November 2025 16:13

MAKASSAR – Keterlibatan Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto dalam struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai akan menjadi motor penggerak baru dalam memperkuat posisi partai berlambang banteng moncong putih tersebut di Sulsel.

Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif (Bappilu) untuk mendampingi Ridwan Andi Wittiri  (RAW) sebagai Ketua DPD PDIP Sulsel periode 2025-2030. Penunjukan ini dinilai sebagai langkah strategis partai dalam merapikan struktur kemenangan menuju pemilu mendatang.

Danny Pomanto diumumkan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam Konferensi Daerah VI (Konferda) PDIP Sulsel dan Konferensi Cabang VI PDIP di 24 kabupaten/kota se-Sulsel yang digelar di Claro Hotel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (24/11/2025) malam.

“Ya saya kira mungkin ini adalah sebuah jalan bijaksananya PDIP untuk kemudian tidak mengecewakan kader lama tapi memberikan juga ruang kepada kader baru,” kata Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Sukri Tamma.

“Karena kalau memadukan keduanya kan tentu potensinya pasti ada dua hal yang bisa digabungkan. Kemampuan manajer yang sekarang ini Pak RAW, kemudian ketokohan Pak Danny Pomanto yang ada selama ini,” tambahnya.

Masuknya Danny Pomanto dalam posisi strategis di Bappilu PDIP Sulsel membuatnya bertugas mengkoordinasi dan melaksanakan strategi pemenangan pemilu. Peran itu termasuk mempersiapkan seluruh kegiatan kampanye, pencalonan, pendaftaran bakal calon, hingga pengelolaan logistik dan penguatan suara pemilih untuk PDIP Sulsel.

Prof Sukri menilai perpaduan antara RAW dan Danny Pomanto merupakan kombinasi yang sebelumnya sulit diwujudkan, namun kini menjadi kekuatan besar dalam satu gerbong politik. Kolaborasi keduanya diyakini dapat memberi nilai jual baru bagi PDIP di Sulsel.

“Nah kalau misalnya kemarin tidak bisa digabungkan, khawatirnya kemudian tidak bisa dimaksimalkan. Karena sekarang mereka berada dalam satu perahu, tentu kolaborasinya keduanya ini harapannya fungsinya adalah bahwa kekuatan Pak RAW dan kemampuan Pak Danny Pomanto bisa menjadi nilai jual PDIP untuk kemudian mulai membangun kekuatan, menyusun kekuatan sejak awal menuju ke pemilu 2029,” ujar Sukri.

Menurut Sukri, tantangan besar menunggu kepengurusan baru PDIP Sulsel di bawah RAW. Selama ini, PDIP belum mampu masuk tiga besar perolehan suara di Sulsel, kontras dengan posisi nasional yang selalu berada di papan atas bahwa sebagian pemenang Pemilu 2024. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi formasi baru partai.

Karenanya, masuknya Danny Pomanto dipandang sebagai amunisi strategis dalam upaya mengerek elektabilitas PDIP di Sulsel. Sosok Danny Pomanto disebut memiliki daya tarik politik kuat yang dapat memacu kader untuk bergerak lebih maksimal.

“Jadi saya kira perpaduan dua hal ini tentu harapannya adalah ada dua efek besar yang bisa dirasakan. Tentu diharapkan Pak RAW tidak akan berkurang apa yang sudah diraih dan bahkan mungkin lebih ditambah dengan Pak Danny Pomanto. Asumsinya tentu akan lebih besar lagi gaungnya, lebih besar lagi potensi untuk PDIP bersaing,” tekan Sukri.

Selain itu, posisi Danny Pomanto di Bappilu membuatnya memiliki ruang luas untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimilikinya. Mulai dari jaringan sosial, kekuatan ekonomi, hingga jejaring politik yang selama ini menjadi keunggulan mantan Wali Kota Makassar tersebut.

Prof Sukri menegaskan, efek kepemimpinan Danny Pomanto terbukti dari kiprahnya memenangkan Pilwalkot Makassar dua periode. Meskipun gagal di Pilgub Sulsel, keberaniannya maju dengan perolehan suara signifikan tetap dianggap sebagai modal politik besar.

“Saya kira suka tidak suka tentu itu salah satu yang kemudian diharapkan PDIP, efek dari nama Pak Danny Pomanto. Bagaimanapun Pak Danny Pomanto berhasil menjadi wali kota terpilih di Makassar dua periode, itu pencapaian yang dianggap keberhasilan, Kemarin meskipun belum berhasil memenangkan Pilgub, tapi perolehannya cukup lumayan dan itu menjadi modal,” ucapnya.

Baca juga:
Subaru Crosstrek 50 Years Cuma Ada 15 Unit dan Dijual Rp 564,5 Juta

Harapan PDIP kini bertumpu pada kemampuan Danny Pomanto untuk mendongkrak kekuatan partai di Sulsel secara signifikan. Ketokohan Danny Pomanto yang sudah melekat di masyarakat diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi peningkatan suara PDIP di Sulsel.

Sukri mengatakan bahwa tugas utama bagi pengurus adalah bagaimana memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki Danny Pomanto secara efektif. Strategi dan langkah taktis akan menentukan seberapa besar dampak positif yang mampu dihasilkan.

“Nah karena itu, harapannya tentu PDIP berharap bahwa efek daripada Danny Pomanto itu bisa juga ke PDIP secara keseluruhan di Sulawesi Selatan. Jadi ya tentu nama Pak Danny Pomanto selama ini ketokohannya diharapkan akan memperkuat keinginan PDIP untuk menaiki suara lebih baik lagi. Dan saya kira itu hanya tinggal bagaimana strategi untuk memanfaatkan dan bagaimana Pak Danny Pomanto memaksimalkan segala kelebihannya untuk kepentingan PDIP,” tutup Sukri.

Sebelumnya, Danny Pomanto mengungkapkan bahwa dirinya siap ditempatkan dalam posisi apapun di struktur kepengurusan PDIP Sulsel.

"Saya katakan ke teman-teman media, apapun perintah saya siap. Termasuk perintah sebentar apa yang siap. Kan ketua tidak mi, misalnya pengurus (lainnya), saya siap," tegas Danny Pomanto.

Ia mengungkapkan bahwa diundang secara khusus oleh DPP PDIP untuk mengikuti tahapan seleksi calon Ketua DPD PDIP Sulsel saja sudah sebuah kehormatan bagi dirinya. Sehingga apapun posisi yang diberikan nantinya siap dijalankan.

"Saya diundang saja fit and propertest sudah merasa terhormat, diundang saja itu luar biasa," sebutnya.

Danny Pomanto juga menyampaikan bahwa dirinya siap mengabdi di partai untuk terus mengisi pikiran-pikirannya. Termasuk nantinya, Danny Pomanto mengaku siap berkolaborasi untuk mengembalikan kursi PDIP di DPRD Sulsel.

"Partai politik kan begitu, keunggulan partai politik itu di suara. Suara itu bentuknya kursi, tentunya kalau partai ini harus lebih baik dan lebih unggul ya harus lebih baik kursinya," kata dia.

Terakhir, Danny Pomanto mengatakan jika diberikan jabatan dalam struktur kepengurusan PDIP nantinya maka siap turun ke basis suara untuk menarik simpul-simpul kekuatan di masyarakat atau pemilih.

"Turun ke bawah sentuh hati, (buat) konten-konten menarik, saya yakin ada penambahan kursi," pungkasnya. (*)

 

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment