Bukan Kampus Biasa: Mengapa Mahasiswa UNIFA Merasa "Gue Nggak Salah Pilih Tempat"

Redaksi - News
28 January 2026 16:45
Ini dia kampusnya!

MAKASSAR – Pernahkah kamu membayangkan sebuah kampus di mana kamu tidak perlu merasa tertekan oleh suasana kelas yang kaku atau dosen yang otoriter? Tempat di mana setiap sudut koridornya "bernapas" dengan energi kreativitas, bukan sekadar gedung kosong yang dingin.

Hasil survei terbaru bertajuk "UNIFA Voice Check" baru saja membongkar realitas menarik di balik dinding Universitas Fajar (UNIFA). Data ini membuktikan satu hal: UNIFA telah berhasil menciptakan ekosistem yang sulit ditemukan di tempat lain, sebuah tempat di mana kualitas akademik bertemu dengan kenyamanan yang manusiawi.

Bukan Sekadar Teori, Tapi Pengalaman Nyata

Salah satu kekuatan utama UNIFA yang paling banyak disebut mahasiswa adalah kolaborasi lintas disiplin. Di sini, kamu tidak belajar dalam tempurung jurasannya sendiri.

Seorang mahasiswa menceritakan momen paling berkesannya: "Waktu ikut proyek lintas prodi bareng teman-teman, dari brainstorming sampai presentasi, semuanya seru dan penuh ide gila. Di momen itu saya merasa, saya tidak salah pilih kampus, di UNIFA bukan cuma belajar teori, tapi juga bikin pengalaman nyata yang seru dan berkesan."

Dosen yang Menjadi Mentor, Bukan Sekadar Pengajar

Lupakan bayangan ruang kelas yang suram dengan pencahayaan yang menyedihkan. Di UNIFA, interaksi dibangun di atas dasar keterbukaan. Mahasiswa merasa disambut dengan hangat, bahkan sejak hari pertama.

"Awalnya saya kira cuman belajar tentang jurusan yang dipilih. Tapi kenyataannya... mulai dari pembelajaran yang sangat seru, dosen-dosen yang sangat ramah dan ceria, bahkan saya dapat banyak pengalaman dari senior-senior," ungkap salah satu responden dengan antusias.

Kesan elitis dan kaku juga luntur saat kita melihat bagaimana program seperti Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) berjalan. Mahasiswa pekerja merasa sangat dimanusiakan melalui fleksibilitas kelas online dan arahan dosen yang responsif. Salah satu mahasiswa RPL berbagi pengalamannya saat berkunjung ke kampus: "Ketemu Ibu Dosen dan Ketua Prodi, sangat disambut baik, kita diberi arahan dan informasi. Sangat membantu bagi kami yang kuliah sambil kerja."

Baca juga:
Katanya Pemprov Sulsel Defisit, Tapi Bakal Gelar Pesta Rakyat yang Datangkan Puluhan Artis Papan Atas

Ruang Tumbuh Tanpa Toxic Seniority

Di saat banyak kampus masih berkutat dengan isu senioritas, mahasiswa UNIFA justru bangga dengan lingkungan mereka yang suportif. "Lingkungannya suportif, jauh dari budaya senioritas yang toxic," tulis seorang mahasiswa dalam survei tersebut.

Hal ini menciptakan suasana kampus yang hidup dan aman untuk menjadi diri sendiri. Pemandangannya bukan lagi pose-pose kaku di depan gedung mewah, melainkan wajah-wajah lokal yang penuh ambisi, bekerja kelompok di area publik, dan berdiskusi santai tentang masa depan.

Janji Masa Depan yang Realistis

UNIFA tidak memberikan janji muluk yang dibalut jargon pemasaran. Janji masa depan di UNIFA adalah tentang kepercayaan diri. Dengan kurikulum yang adaptif dan relasi industri yang nyata, mahasiswa merasa punya landasan kuat untuk meraih cita-cita.

Seperti yang dirangkum dengan lugas oleh salah satu mahasiswa: "Kuliah itu memang melelahkan, tapi cerita di balik layar itu yang bikin gelar sarjana nanti rasanya jadi lebih berharga. Pokoknya the best lah kalau kuliah di UNIFA!"

Bagi kamu yang mencari kampus yang tidak hanya memberikan ijazah, tapi juga cerita hidup dan kesiapan karier tanpa drama birokrasi, pintu UNIFA selalu terbuka.

Related Posts

Comments (3)

  • Farida yamko

    Kampus universitas fajar sangat luar biasa untuk kita

    Reply
  • Farida yamko

    Sungguh sangat luar biasa

    Reply
  • Farida yamko

    Saya suka sama kampus universitas fajar Makasaar

    Reply

Leave a Comment