Iran Serang Situs Minyak Uni Emirat Arab, Picu Kebakaran Besar
ABU DHABI - Drone-drone Iran telah menyerang area industri minyak utama Uni Emirat Arab (UEA) di Emirat Fujairah pada hari Senin. Serangan ini menyebabkan kebakaran besar dan setidaknya tiga orang, yang diidentifikasi sebagai warga negara India, terluka.
Selain drone, rudal-rudal Iran juga menyerang wilayah negara Arab Teluk tersebut. Kendati demikian, Kementerian Pertahanan UEA mengeklaim telah berhasil memukul mundur serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran.
Kantor media pemerintah UEA, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Facebook, menyatakan serangan drone Iran menargetkan Zona Industri Perminyakan Fujairah dan menyebabkan kebakaran besar di lokasi tersebut. Tiga warga India yang terluka akibat serangan itu telah dibawa ke rumah sakit.
Sebelumnya serangan drone terjadi, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan tiga rudal jelajah Iran berhasil ditembak jatuh di atas perairan teritorial negara Arab tersebut. Satu rudal jelajah lainnya jatuh ke laut, kata kementerian itu dalam unggahan di X.
Kementerian Luar Negeri UEA mengutuk apa yang disebutnya sebagai "agresi Iran yang diperbarui".
Laporan lain dari CNN menyebutkan bahwa sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel berhasil mencegat rudal Iran di atas Uni Emirat Arab pada hari Senin.
Pemerintah maupun militer Iran tidak berkomentar atas serangan tersebut. Namun, seorang pejabat militer senior Iran mengatakan Teheran tidak memiliki rencana untuk menargetkan UEA, sebagaimana dilaporkan IRIB News,Selasa (5/5/2026).
Pada hari yang sama, Fars News Agency yang berbasis di Iran melaporkan bahwa militer Teheran telah menyerang kapal patroli Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz. Komando Pusat AS atau CENTCOM menolak klaim tersebut, mengatakan tidak ada kapal Angkatan Laut yang terkena serangan Iran.
Ketegangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berjanji pada hari Minggu untuk "membantu membebaskan" kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Jalur perairan utama tersebut, yang menyumbang sekitar 20% dari perdagangan minyak laut global, secara de facto telah ditutup Iran setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Gangguan ini telah menyebabkan harga minyak melonjak, dengan harga bensin rata-rata nasional di AS melebihi USD4,40 per galon.
Meskipun biaya konsumen meningkat dan tingkat ketidaksetujuan mencapai rekor tertinggi, Trump memutuskan untuk mempertahankan blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan Iran untuk menekan Teheran agar menyetujui penyelesaian damai yang memuaskan bagi Washington.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut blokade tersebut sebagai "tindakan perang" yang melanggar gencatan senjata yang dicapai pada awal April.

Comments (0)
There are no comments yet