Enam Kelompok Teater Tampil di Festival Cerita Rakyat Sulsel, Angkat Kisah Lokal ke Atas Panggung
Sebanyak enam kelompok teater dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan tampil dalam Festival Teater Cerita Rakyat Sulawesi Selatan 2026. Seluruh peserta merupakan kelompok terpilih hasil proses kurasi yang dilakukan DKSS bersama tim kurator independen.
Tim kurator festival terdiri dari Dr. Asia Ramli Prapanca, Moch Hasymi Ibrahim, Chairuddin Hakim, Alif Anggara, serta Djamal Dilaga. Dari hasil kurasi tersebut, terpilih enam kelompok yang dianggap memiliki kapasitas artistik serta kemampuan mengolah cerita rakyat menjadi pertunjukan panggung yang kuat dan relevan.
Kelompok peserta festival:
- Teater Kampong Bulukumba
- Bengkel Sastra UNM Makassar
- Dewan Kesenian Kota Palopo
- Teater Ruang Kelima
- Lembaga Salokoa
- B-Merdhu Production
Pada malam pertama festival, Teater Kampong Bulukumba membuka pertunjukan melalui naskah “Pallaha Tuka”, sebuah cerita rakyat yang diolah dengan pendekatan dramatik kontemporer namun tetap mempertahankan nuansa lokal masyarakat Bulukumba.
Sementara itu, Bengkel Sastra UNM Makassar membawakan pertunjukan “Songka Bala”, yang mendapat perhatian penonton karena memadukan unsur ritual, musikalitas tradisional, dan pembacaan sosial terhadap masyarakat pesisir Sulawesi Selatan.
Festival ini menghadirkan beragam pendekatan artistik. Beberapa kelompok menggunakan pola teater realis, sebagian lain mengeksplorasi teater tubuh, simbolisme tradisional, hingga perpaduan musik etnik dan multimedia.
Baca juga:
Australia Kewalahan dengan Serangan Siber
Panitia menyebut seluruh pertunjukan diarahkan untuk menggali kembali cerita rakyat Sulawesi Selatan agar dapat diterima generasi muda melalui bahasa pertunjukan modern. Selain menjadi ruang presentasi karya, festival ini juga menjadi momentum konsolidasi kelompok teater daerah yang selama ini bekerja secara mandiri di kota dan kabupaten masing-masing.
Beberapa seniman senior turut hadir, seperti Firman Djamil, Yudistira Sukatanya, Moch Hasymi Ibrahim, Mahrus Andis, Andi Wanua Tangke, Bahar Merdhu, Asia Ramli Prapanca, Rusdin Tompo, Ah Rimba, Is Hakim, Ahmadi Haruna, dan Armin Mustamin Toputiri. Hadir pula legislator Makassar Andi Makmur Burhanuddin sebagai representasi masyarakat kesenian di DPRD Makassar.
Turut hadir pula tokoh budaya dan adat Gowa YM Andi Muhammad Imam Daeng Situju, Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaenta Lembang Parang, Sultan Malikul Said Batara Gowa III selaku putra mahkota Kerajaan Gowa, serta Ketua Jurusan Sendratasik UNM dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sulsel.
Festival ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana dan LPDP. Dukungan tersebut dinilai menjadi energi penting bagi keberlangsungan ruang-ruang kebudayaan di daerah.

Comments (0)
There are no comments yet