Dari Grid 30 ke Podium: Keajaiban Rheza Danica Ahrens di Sepang, AHRT Kokoh di Puncak Klasemen
SEPANG, MALAYSIA - Sepang International Circuit kembali membuktikan dirinya sebagai lintasan yang kejam sekaligus menakjubkan. Pada putaran kelima Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 akhir pekan lalu, 5–6 September, sorotan justru bukan datang dari pembalap yang mulus memimpin sejak awal. Drama epik penuh adrenalin lahir dari grid paling belakang.
Adalah Rheza Danica Ahrens, ujung tombak Astra Honda Racing Team (AHRT) di kelas Asia Production (AP) 250, yang membuktikan bahwa balapan belum usai sampai bendera kotak-kotak dikibarkan.
Di Race 1, mimpi buruk menghampiri. Rheza diganjar penalti dan terpaksa memulai balapan dari pit lane di urutan ke-30. Secara matematis, peluang naik podium nyaris tertutup rapat. Namun di atas lintasan, hitung-hitungan di atas kertas bisa hangus seketika.
Memacu CBR250RR kesayangannya, Rheza tampil bak kesetanan. Ia mengubah tekanan dari penalti menjadi bahan bakar pendorong. Para rivalnya seolah tak berkutik menghadapi agresivitasnya. Dalam tiga putaran terakhir Race 1, ia melakukan manuver mustahil: melibas 26 pembalap elit Asia dan mengunci podium ketiga. Sebuah aksi masterpiece, pembuktian mental baja yang sangat jarang terjadi di level balap internasional.
Keajaiban itu nyaris terulang di Race 2, Minggu. Lagi-lagi harus start dari barisan belakang, posisi ke-29, Rheza seolah memiliki “cheat code” tersendiri di Sepang. Bersama rekan setimnya, Irfan Ardiansyah, ia kembali menusuk ke depan, bertahan di grup terdepan, dan memburu podium dengan ritme balap tingkat tinggi.
Sayangnya, nasib baik tak datang dua kali berturut-turut. Ambisi menyodok ke depan jelang tikungan akhir berujung insiden high side. Rheza terjatuh, balapan berakhir lebih cepat, dan trofi gagal dibawa pulang. Meski demikian, daya juangnya membungkam para peragu.
“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Memang tidak mudah start dari baris paling belakang, namun saya tetap kuatkan tekad untuk kembali bertarung di grup depan. Saat berada di posisi kedua, saya terjatuh. Tim sudah bekerja sangat baik, saya akan fokus untuk memperbaiki dan mencoba kembali di seri terakhir nanti,” ujar Rheza.
Keberingasan Rheza melengkapi torehan apik pebalap AHRT lainnya. Irfan Ardiansyah tampil cerdik dan konsisten dengan finis kelima di Race 1 serta keempat di Race 2. M. Badly Ayatullah juga menunjukkan tren positif lewat finis ke-11 dan ke-6.
Berkat raihan poin berharga di Malaysia, AHRT kini berdiri kokoh di puncak klasemen tim AP250 dengan total 214 poin. Di klasemen pebalap, Rheza menempati posisi kedua dengan 108 poin, dikawal ketat Irfan di posisi ketiga dengan 106 poin, dan Badly di posisi 18 dengan 26 poin.
Di kelas Supersport (SS) 600, tensi persaingan juga dirasakan Herjun Atna Firdaus. Memulai balapan dari grid ketujuh, ia tampil persisten menempel rombongan depan dan finis keempat di Race 1. Di bawah terik Sepang pada Race 2, Herjun terus memacu optimal CBR600RR-nya, finis keenam, dan menambah 10 poin. Ia bertahan di peringkat kelima klasemen dengan 114 poin.
Bergeser ke kelas para raja, Asia Superbike 1000 (ASB1000), Mohammad Adenanta Putra menaklukkan karakter sirkuit cepat Sepang dari posisi start ke-10. Pada balapan pembuka, upayanya menekan rival membuahkan finis ketujuh. Drama terjadi di Race 2 ketika CBR1000RR-R miliknya mengalami kendala teknis pada lap ketujuh, memaksanya masuk pit. Menolak menyerah, Adenanta kembali ke lintasan dan menuntaskan balapan di posisi ke-16, menjaga peringkat tujuhnya di klasemen dengan 80 poin.
Mentalitas pantang menyerah seluruh skuad AHRT di Sepang mendapat apresiasi langsung dari manajemen di tanah air.
“Persaingan yang ketat di setiap kelas menjadi tantangan yang harus dihadapi. Kami mengapresiasi semangat juang seluruh pebalap AHRT yang terus berupaya meraih hasil maksimal di setiap putaran. Kami akan terus memberikan dukungan dan semangat agar para pebalap dapat meraih hasil terbaik di panggung balap dan mewujudkan mimpinya,” ujar General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor (AHM), Andy Wijaya.
Setelah balapan yang menguras fisik dan emosi di putaran kelima Sepang, para pebalap AHRT kini memusatkan fokus bersama amunisi CBR series mereka untuk pertempuran pamungkas. Putaran keenam yang juga menjadi seri terakhir perebutan tahta Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship 2026 akan digelar di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, pada 4–6 Desember 2026.