Jadi Mahasiswa UNIFA: Cerita dari Hati yang Paling Jujur

Redaksi - Travel
30 January 2026 01:44
Bayangannya begini di kampus

Kali ini kita dengarkan suara anak-anak Makassar yang memilih Universitas Fajar, dan mereka punya cerita yang bikin tersentuh.

"Ri, Jangan Takut Milih Kampus Asal, Liat Dulu Cerita Anak-Anak Ini"

Tau gak, kalau di Makassar kita itu terkenal dengan sifat jujur-jujuran. Kalau bagus, kita bilang bagus. Kalau jelek, kita bilang jelek. Nggak pake bungkus-bungkus kayak orang di sana tuh..he.

Nah, itulah kenapa cerita mahasiswa UNIFA ini perlu didengarkan. Mereka nggak pake basa-basi. Mereka cerita apa adanya soal pengalaman mereka di kampus.

Salah satu anak UNIFA cerita begini:

"Sebelum masuk di Unifa, awalnya saya kira cuman belajar tentang jurusan yang di pilih. Tapi kenyataannya ada banyak hal yang saya ambil semenjak saya kuliah di Unifa. Mulai dari pembelajaran yang sangat seruu, dosen-dosen yang sangat ramah dan ceria, bahkan saya dapat banyak pengalaman dari senior-senior."

Coba dengarkan nada ceritanya. Itu bukan janji iklan, ri. Itu cerita anak yang benar-benar merasakan sendiri. Yang paling penting, dia nggak bilang "bagus karena bagus aja." Dia jelasin apa yang dia dapat: dosen ramah, senior yang berbagi pengalaman, pembelajaran yang seru.

Itu cara orang Makassar bercerita, ri. Spesifik, jujur, dan langsung ke intinya.

"Dosennya Baik, Senior Nggak Nyebelin" — Ini Bukan Mimpi, Ini Kenyataan

Dengarkan, kalau kita di Makassar itu paham banget dengan yang namanya "senioritas". Tapi senioritas di UNIFA itu berbeda. Bukan senioritas yang bikin junior jadi takut. Ini senioritas yang malah bikin junior merasa diayomi.

Salah satu anak cerita pengalaman dia yang paling menyentuh:

"Dulu, ada momen di mana saya pribadi sedikit stress dengan tugas, karena harus pintar mengatur waktu antar kuliah dan kerja. Tapi saya mengingat senior saya di Unifa, waktu itu saya beranikan diri untuk chat bertanya bagaimana dan tips yg bisa saya lakukan sehingga saya betul-betul bisa mengatur waktu dengan baik."

Ini dia yang bikin beda, ri. Dia nggak takut buat hubungi senior. Senior dia nggak marah atau malah bikin dia merasa bodoh. Senior dia malah bantu dia.

Anak ini lanjut cerita:

"Di UNIFA, batas antara senior-junior tipis banget kalau sudah bicara soal dukungan. Di momen inilah saya sadar: Kuliah di sini bukan cuma tentang mengejar ijazah, tapi tentang membangun jaringan dan mentalitas yang 'tahan banting' tapi tetap santai."

Tahan banting tapi tetap santai.

Itu bahasa orang Makassar sejati, ri. Kita itu memang begitu. Hidup susah, tapi nggak perlu jadi galak. Stress banyak, tapi nggak perlu bikin orang lain stress.

Dosen-Dosennya Nggak Cuma Ngajar, Tapi Benar-Benar Peduli

Cerita lain dari anak UNIFA yang paling bikin terharu:

"Dosennya ramah sekalii dan memberikan banyak pengalaman serta pembelajaran yg belum sy dapatkan dan puji Tuhan bisa dipertemukan dengan teman kandungku yg baik, pengertian dan sabarršŸ«‚"

Liat tuh, simbol hati di situ. Itu bukan sekadar emoji. Itu adalah tanda kalau si anak ini benar-benar terhubung, baik sama dosen maupun sama teman-temannya.

Dosen-dosen UNIFA itu nggak sekadar datang ke kelas, baca slide, terus pulang. Mereka paham kalau mahasiswa itu ada masalah, ada tekanan, ada ketakutan. Dan mereka siap jadi pendengar.

Ini yang perlu diketahui, ri. Kalau kamu milih kampus, jangan cuma liat gedungnya. Liat dosen-dosennya. Apakah mereka senyuman atau cemberut? Apakah mereka dengarkan pertanyaan atau malah bilang "itu udah di slide"?

Di UNIFA, mereka benar-benar dengarkan.

Kuliah Sambil Kerja? Iya, Bisa!

Sekarang ini, banyak anak muda dari Makassar yang perlu sambil kerja sambil kuliah. Hidup mahal, ri. Orang tua nggak semua bisa kasih duit sepenuhnya. Jadi harus kerja sendiri.

Nah, UNIFA paham itu. Mereka punya sistem yang fleksibel.

"Program RPL sangat membantu bagi kami yg kulia sambil kerja."

"Simple, kampus yang fleksibel yang bisa membuat kita yang ingin belajar sambil bekerja... ambil kelas online!"

Ini bukan janji kosong, ri. Ini orang-orang yang benar-benar kuliah sambil kerja, dan mereka bilang: "Bisa, dengan syarat kampusnya mengerti keadaan lu."

UNIFA mengerti.

Begadang Bareng Teman, Tapi Ada Gunanya

begadang sambil belajar

Kita semua tau, kalau kuliah itu kadang harus begadang. Tapi yang bikin beda adalah bersama siapa dan untuk apa.

Salah satu anak cerita pengalamannya yang paling seru:

"Salah satu momen paling seru selama awal kuliah di UNIFA adalah saat pertama kali ngerasain begadang bareng temen-temen buat ngerjain tugas yang kelihatannya sepele, tapi ternyata butuh kerja tim dan kesabaran. Dari situ aku mulai ngerasain suasana kuliah yang beda dari sekolah—belajar diskusi, saling bantu, dan ketawa di tengah capek. Di UNIFA, aku merasa bukan cuma datang buat kuliah, tapi juga buat berkembang."

Dengarkan itu, ri. Begadang itu ada tujuannya. Bukan cuma begadang untuk begadang. Tapi begadang yang menghasilkan hubungan pertemanan yang mendalam, tim yang solid, dan rasa achievement yang nyata.

Itu cara orang Makassar berpikir. Kalau bekerja keras, harus ada hasilnya. Nggak boleh sembarangan.

Pertukaran Mahasiswa: Membuka Wawasan

Ada satu anak dari UNIFA yang jadi asisten dosen di kegiatan pertukaran mahasiswa merdeka. Dia cerita begini:

"Salah satu cerita singkat yang paling seru dan buat aku mikir kalo aku nggak salah kampus yaitu waktu jadi asisten salah satu dosen yang ada di unifa di kegiatan pertukaran mahasiswa merdeka di situ aku ngerasa seru banget apa lagi dosen aku, sangat asik dan humbel banget sama aku. selain itu aku juga di berikan amanah untuk ngasih arahan teman-teman pertukaran mahasiswa merdeka sehingga membuat aku bisa punya teman dari luar dari unifa. Karena dari kegiatan tersebut aku jadi mikir kalo nggak di unifa aku nggak bisa dapat pengalaman berharga itu."

Liat tuh kata "amanah". Itu kata yang penting bagi orang Makassar. Ketika kampus memberikan tanggung jawab kepada mahasiswa, itu berarti kampus percaya sama mahasiswanya.

Dan si anak ini sadar: "Kalau nggak di UNIFA, aku nggak bisa dapat pengalaman ini."

Itu tanda kalau kampus benar-benar memberikan kesempatan yang bagus.

Dari Satu Kampus ke UNIFA: Cerita Anak yang Bosan

Ini cerita yang paling jujur, ri. Ada satu anak yang awalnya kuliah di kampus lain, tapi memutuskan keluar karena merasa nggak nyaman.

"Jujur saja ya hehe saya dulu pernah kuliah 1 semester dikampus (yang tidak bisa aku spill ya namanya) dan akhirnya aku keluar dari kampus tersebut karena memang merasa tidak nyaman karena senioritasnya terlalu tinggi salah dikit kena marah jika tidak tunduk apa segala macam."

Itu namanya toxic, ri. Dan itu bukan tempat yang bagus buat belajar.

Terus dia pindah ke UNIFA, dan ini yang dia cerita:

Baca juga:
Yayasan Pondok Nurul Assafa Takalar Berikan Hadiah Umroh kepada Pimpinan Pondok Pesantren

"Wow banget selain gedung unifa yang bagus dan bikin nyaman, dosen bahkan senior-senior juga asik untuk tempat berbagi cerita. Jadi memang tidak salah memilih Universitas Fajar karena memang bagus dan setiap pembelajaran seakan-akan dunia pekerjaan langsung terbayang dibenak karena memang dosen-dosen yang mengajar sangat profesional dan bukan hanya teori yang dibawakan tetapi juga praktek langsung jadi mahasiswa mudah paham dan makin semangat untuk mencapai cita-cita."

Ini bukti hidup, ri. Kalau kamu merasa salah pilih, nggak pernah terlambat untuk bikin keputusan yang lebih baik. UNIFA ternyata bisa jadi pilihan yang tepat.

Dan yang paling penting, si anak itu belajar langsung tentang dunia kerja, bukan cuma teori di slide powerpoint.

PKKMB: Awal dari Persahabatan Seumur Hidup

Pengenalan mahasiswa baru (PKKMB) di UNIFA bukan sekadar ritual membosankan. Ini adalah awal dari pertemuan yang bisa mengubah hidup.

"Masa paling seru saya di UNIFA saat saya baru masuk PKKMB, saat itu saya mendapat banyak teman dan belajar banyak hal-hal baru."

Sederhana, tapi bermakna. Itu cerita orang Makassar, ri. Nggak pake banyak kata-kata, tapi nangkap esensi dari apa yang dialami.

Organisasi dan UKM: Belajar Sambil Berkegiatan

Khusus buat teman-teman yang ambil jurusan Manajemen atau prodi lain yang punya organisasi, di UNIFA ada kesempatan untuk langsung praktek ilmu yang mereka pelajari.

"Jurusan manajemen nya, okay banget apalagi soal organisasi dan UKM nya, poll banget karena kita bisa banyak belajar apalagi jurusan manajemen itu kita bisa implementasinya di himpunan tercinta yaitu Hmm-Unifa."

Nggak cuma teori, ri. Langsung praktek di organisasi. Itu cara terbaik buat belajar gimana caranya manage orang, manage project, dan manage stress.

Kerja Sama Lintas Prodi: Ide Gila yang Berbuah Manis

Ada satu anak yang cerita soal proyek lintas prodi:

"Kerja sama dengan teman-teman dari jurusan lain, membuat proyek inovatif, dan belajar dari pengalaman mereka. Pengalaman yang sangat berharga!"

Ini yang bikin UNIFA berbeda. Mereka nggak isolasi mahasiswa berdasarkan jurusan. Mereka dorong mereka untuk bekerja sama, untuk belajar dari perspektif yang berbeda.

Dan yang paling seru, si anak ini cerita lebih detail:

"Waktu ikut proyek lintas prodi bareng teman-teman, dari brainstorming sampai presentasi, semuanya seru dan penuh ide gila. Di momen itu gue ngerasa, gue nggak salah pilih kampus—di UNIFA bukan cuma belajar teori, tapi juga bikin pengalaman nyata yang seru dan berkesan."

Pengalaman nyata yang seru dan berkesan.

Itulah yang dibawa dari UNIFA, ri. Bukan cuma paper, bukan cuma nilai bagus. Tapi kenangan dan hubungan yang akan dibawa selamanya.

Panitia Acara: Saat Kamu Sadar Kamu Bisa Lebih

"Salah satu momen paling seru aku di UNIFA itu waktu jadi panitia ENLITE FEST 2025. Awalnya aku nggak yakin bisa, tapi ternyata seru banget! Dari rapat sampai hari H, semuanya penuh tawa, stres bareng, tapi juga kebanggaan. Momen itu bikin aku sadar kalau kuliah di UNIFA bukan cuma soal belajar di kelas, tapi juga tentang tumbuh bareng orang-orang hebat."

Ini yang perlu diketahui, ri. Ketika kamu jadi panitia, kamu nggak cuma sibuk. Kamu belajar bahwa kamu bisa melakukan hal-hal yang tidak kamu pikir bisa. Kamu belajar tentang leadership, tentang dealing with pressure, tentang celebrating success bersama-sama.

Dan yang paling penting, kamu belajar bahwa stress itu ada, tapi itu nggak perlu membuat kamu jadi orang jahat.

"Saya Merasa Beruntung Jadi Mahasiswa Unifa"

Ini kata-kata dari salah satu anak, ri. Sederhana, tapi punya bobot.

Beruntung. Itu kata yang nggak semua orang bisa katakan tentang kampus mereka.

Dan dalam cerita yang lain, anak ini bilang:

"Saya sudah tidak intropet lagi"

Intropet—itu bahasa Makassar untuk pemalu, tertutup. Dia bilang bahwa kuliah di UNIFA membuat dia lebih berani, lebih terbuka, lebih percaya diri.

Itu development yang penting, ri. Nggak cuma skill teknis, tapi juga soft skill yang bisa buat kamu sukses di dunia kerja.

Cerita dari Anak yang Kuliah Sambil Kerja

"Kuliah sambil kerja itu sulit, makanya saya memilih UNIFA yang keren untuk meminimalisir kesulitan itu karena sistem belajar dan dosennya yang hebat dan selalu support."

Ini adalah anak yang paham realita, ri. Dia tau kalau kuliah sambil kerja itu challenging. Tapi dia juga tau bahwa ada kampus yang bisa membuat tantangan itu jadi lebih manageable.

UNIFA adalah salah satu kampus itu.

Catatan Akhir: Untuk Anak-Anak Makassar yang Masih Bingung Pilih Kampus

Dengarkan, ri. Kami (orang Makassar) itu terkenal dengan sifat yang keras, yang tangguh, yang nggak gampang terpengaruh. Tapi itu nggak berarti kita harus susah-susah dalam hidup.

Ada kampus yang beneran peduli sama pertumbuhan kita. Ada kampus yang nggak bikin kita stress tapi tetap memberikan pembelajaran yang berharga. Ada kampus di mana kita bisa kuliah sambil kerja tanpa merasa kayak sedang berjuang sendirian.

UNIFA adalah salah satu kampus itu.

Liat sendiri dari cerita-cerita anak-anak di atas. Mereka nggak cerita bohong. Mereka cerita dengan jujur. Kalau bagus, mereka bilang bagus. Kalau nggak bagus, mereka pindah.

Dari semua cerita yang mereka bagikan, ada satu kesimpulan yang sama: "Gue nggak salah pilih kampus!"

Itu bukan sekadar slogan, ri. Itu adalah kepuasan hati dari anak-anak yang benar-benar merasakan perbedaannya.

Jadi, kalau kamu sekarang lagi di posisi mereka—bingung, takut, nggak yakin—lihatlah cerita-cerita ini. Dengarkan suara-suara teman-teman kamu yang udah membuktikan sendiri.

Dan ingat, ri. Pilihan kampus adalah pilihan untuk masa depan kamu. Jangan cuma liat ranking atau gedungnya bagus. Liat juga budaya kampusnya. Apakah mereka menghargai mahasiswa? Apakah mereka peduli dengan pertumbuhan kita? Apakah mereka bikin kita nyaman sambil tetap menarik kita untuk berkembang?

UNIFA jawab "iya" untuk semua pertanyaan itu.

Jadi, Apa Kata Kita?

"Gue nggak salah pilih kampus!"

Itu yang akan kamu katakan juga, ri. Jika kamu memilih UNIFA.

#Ini cerita asli dari anak-anak Makassar, di UNIFA, yang berani berbagi kebenaran mereka. Terima kasih sudah mendengarkan.

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment