Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II, Investasi Rp116 Triliun Dorong Kemandirian Industri Nasional

Ramli - Bisnis
30 April 2026 10:44

CILACAP – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melakukan groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Agenda strategis ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis nilai tambah di dalam negeri.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci utama untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah. Sebanyak 13 proyek strategis yang diluncurkan kali ini memiliki total nilai investasi mencapai sekitar Rp116 triliun.

“Hilirisasi adalah jalan untuk memastikan sumber daya alam Indonesia memberikan manfaat maksimal bagi rakyat,” tegas Presiden.

Acara tersebut turut dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Arie Gumelar, yang bahkan mendapat sapaan langsung dari Presiden di tengah kegiatan.

Fokus Energi, Mineral, dan Pertanian

Proyek hilirisasi tahap kedua ini tersebar di tiga sektor utama, yaitu energi, mineral, dan pertanian. Masing-masing sektor diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan.

Di sektor energi, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) mengembangkan fasilitas kilang gasoline di Cilacap dan Dumai dengan kapasitas mencapai 62 ribu barel per hari. Proyek ini diproyeksikan mampu menekan impor gasoline hingga 2 juta kiloliter.

Selain itu, pembangunan terminal penyimpanan BBM juga dilakukan di Palaran, Biak, dan Maumere dengan total kapasitas mencapai 153 ribu kiloliter guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Dorong Industrialisasi Berbasis Sumber Daya

Pada sektor mineral, sejumlah proyek besar turut diluncurkan, termasuk pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, yang melibatkan MIND ID dan Pertamina. Proyek ini memiliki kapasitas produksi mencapai 1,4 juta ton per tahun dan diharapkan menjadi substitusi LPG impor.

Selain itu, pengembangan industri baja dan stainless steel oleh Krakatau Steel di Morowali dan Cilegon juga menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai industri nasional.

Di sektor pertanian, hilirisasi difokuskan pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan seperti kelapa sawit, pala, dan kelapa melalui pengembangan produk turunan bernilai tinggi seperti biodiesel, oleoresin, hingga arang aktif.

Daftar 13 Proyek Strategis

Berikut daftar lengkap 13 proyek hilirisasi tahap II yang diresmikan:

1.  Kilang Gasoline Cilacap – Pertamina

2. Kilang Gasoline Dumai – Pertamina

Baca juga:
YAPIS Kunjungi Universitas Fajar: Perkuat Kerja Sama Pascasarjana YAPIS dengan Pascasarjana Universitas Fajar

3. Tangki BBM Palaran – Pertamina

4. Tangki BBM Biak – Pertamina

5. Tangki BBM Maumere – Pertamina

6. DME Tanjung Enim – MIND ID & Pertamina

7. Stainless Steel Morowali – Krakatau Steel

8. Slab Baja Cilegon – Krakatau Steel

9. Aspal Buton Karawang – Jasa Marga & WIKA

10. Hilirisasi Tembaga & Emas Gresik – PINDAD & MIND ID

11. Hilirisasi Sawit KEK Sei Mangkei – PTPN

12. Oleoresin Pala Maluku Tengah – PTPN

13. Pengolahan Kelapa Terintegrasi Maluku Tengah – PTPN

Komitmen Perluasan Hilirisasi

Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada tahap ini. Program hilirisasi akan terus diperluas guna menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Groundbreaking ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tengah bergerak menuju era industrialisasi baru berbasis pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment