Konflik Mereda Usai Gencatan Senjata, 646 Ribu Pengungsi Lebanon Mulai Kembali ke Rumah

Ilustrasi. warga Lebanon yang mengungsi kembali ke rumah (Foto: REUTERS/Aziz Taher)

BEIRUT - Konflik antara Hizbullah dan Israel mereda. Lebih dari 640 ribu warga Lebanon yang mengungsi kembali ke rumah masing-masing.

Dilansir AFP, Sabtu (4/7/2026), Lebanon terseret ke dalam perang regional tersebut pada 2 Maret ketika Hizbullah-yang didukung oleh Teheran-menembakkan roket ke arah Israel sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel.

Israel merespons dengan serangan udara besar-besaran dan invasi ke Lebanon selatan, di mana pasukan mereka masih menduduki sebagian wilayah di sana.

Otoritas Lebanon menyatakan serangan Israel telah menewaskan sekitar 4.300 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi, terutama dari wilayah Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut.

Dalam sebuah laporan pada hari Kamis, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan bahwa "646.107 orang pengungsi internal telah mulai kembali ke komunitas mereka," sementara sekitar 500.000 orang lainnya masih mengungsi, berdasarkan data yang dikumpulkan melalui koordinasi dengan otoritas setempat sejak 22 Juni.

Sebuah kesepakatan yang ditandatangani oleh Teheran dan Washington bulan lalu menetapkan gencatan senjata di Lebanon yang dimulai pada 21 Juni. Sejak saat itu, ratusan ribu orang telah kembali ke rumah mereka di Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar