33 Juta Warga Iran Siap Dikerahkan, IRGC Gelar Latihan Mobilisasi Massal di Teheran

TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggelar latihan mobilisasi militer dan massa berskala besar di Teheran pada Jumat (18/9/2026). Dalam latihan bertajuk "Fedayeen for Iran" (Relawan untuk Iran) itu, mereka menampilkan para sukarelawan yang direkrut melalui inisiatif pertahanan nasional.

Latihan ini diselenggarakan oleh Korps Mohammad Rasoul Allah milik IRGC, yang mengawasi operasi di ibu kota Iran. Komandannya, Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa sekitar 33 juta warga Iran telah mendaftar untuk inisiatif "Hidupku sebagai Pengorbanan" (My Life as a Sacrifice).

Menurut Hassanzadeh, mereka yang bergabung telah dihubungi, diorganisasi, dan dilatih sebelum mobilisasi dilakukan. Media Iran melaporkan lebih dari 400.000 orang telah mendaftar di Teheran saja.

Hassanzadeh menggambarkan acara Jumat itu sebagai "salah satu latihan dan pertemuan massa terorganisasi terbesar" yang pernah diadakan di ibu kota. Ia mengatakan mobilisasi tersebut bertujuan menunjukkan kemampuan Iran dalam mengorganisasi warga sipil guna mendukung pertahanan nasional di tengah konflik regional yang terus berlangsung.

"Sepanjang sejarah, rakyat Iran telah membuktikan setiap kali menghadapi agresi, mereka justru semakin bersatu," ujar Hassanzadeh kepada Al Mayadeen.

Komandan IRGC tersebut menyatakan Iran kini lebih siap secara militer dibandingkan sebelum putaran pertempuran sebelumnya, termasuk apa yang disebut Teheran sebagai Perang 12 Hari dan Perang Ramadan. Ia menggambarkan postur militer Iran sebagai postur yang bersifat defensif.

"Kami beroperasi dalam kerangka strategi defensif untuk membela diri, negara kami, nilai-nilai kami, dan rakyat kami," kata Hassanzadeh.

Ia berpendapat upaya Amerika Serikat dan Israel untuk mengalahkan atau mengguncang stabilitas Iran justru telah memperkuat kohesi domestik. Menurutnya, Iran hanya mengerahkan sebagian dari kemampuan militer yang dimilikinya selama konfrontasi sebelumnya.

"Kami memiliki banyak kemampuan lain yang baru sebagian kecilnya kami gunakan, dan jika diperlukan, musuh-musuh kami akan merasakan sendiri kemampuan-kemampuan tersebut," ujarnya.

Hassanzadeh menegaskan meskipun instalasi militer Iran dapat diserang, kapasitas ilmiah, teknologi, dan organisasi yang menjadi fondasi negara tidak dapat dilenyapkan melalui serangan.

"Musuh mungkin bisa menargetkan beberapa pusat kami, namun mereka tidak dapat menargetkan kapasitas intelektual, pertumbuhan, maupun kemampuan ilmiah kami," tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar