Prabowo Naikkan Gaji Hakim 280% hingga Lampaui Singapura, Siapkan Rumah dan Peringatkan Soal Suap
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan kenaikan gaji hakim hingga hampir 300 persen,se buah lonjakan bersejarah yang ia yakini akan menjadi benteng kokoh melawan praktik suap dan tekanan luar terhadap lembaga peradilan.
Dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026), Prabowo membeberkan angka pastinya: kenaikan mencapai 280 persen. Namun, yang menarik perhatian bukan sekadar angkanya, melainkan fakta bahwa gaji hakim Indonesia kini telah melampaui negara tetangga. "Ketua Mahkamah Agung melapor ke saya bahwa Ketua MA Singapura mengakui gaji Ketua MA Indonesia sudah di atas mereka," ujarnya dengan nada bangga. Tak berhenti di situ, rata-rata gaji hakim junior di Indonesia pun disebutnya lebih tinggi dibandingkan Malaysia. "Lumayan juga. Kita ingin hakim-hakim kita hidup baik," tambahnya.
Namun, perhatian Prabowo tak hanya berhenti pada kesejahteraan finansial. Ia pun mengeluarkan instruksi tegas kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, untuk segera memprioritaskan pembangunan rumah bagi para hakim dan aparatur peradilan di seluruh Indonesia. Dengan jumlah yang tak sampai 9.000 orang, Prabowo menilai ini adalah skala prioritas yang harus segera diwujudkan.
Di balik seluruh kebijakan itu, terdapat alasan prinsipil yang disampaikan dengan lugas dan penuh penekanan. Prabowo tidak ingin jabatan hakim hanya sekadar profesi, melainkan panggilan kehormatan yang dijaga martabatnya. "Kita tidak mau gaji hakim kita hidupnya tidak bagus. Kita tidak mau hakim kita tidak punya harga diri. Kita tidak mau hakim kita tidak punya kehormatan. Kita tidak mau hakim kita bisa disogok," tegasnya.
Kebijakan ini seolah menjadi pernyataan sikap bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari fondasi kesejahteraan, sebuah langkah berani yang kini menunggu bukti nyata di lapangan: apakah kenaikan gaji dan rumah layak benar-benar mampu mengawal independensi para penegak hukum di negeri ini.







