Musrenbang Minasa Upa Bahas Prioritas Pembangunan: Drainase dan Anggaran Jadi Sorotan Utama

Ramli - News
10 January 2026 23:06

Makassar - Musrenbang Kelurahan Minasa Upa yang digelar pada Jumat, 9 Januari 2026, menyedot perhatian. Forum perencanaan pembangunan ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi panggung aspirasi riil warga, dengan isu drainase sebagai masalah utama yang menghantui seluruh wilayah.

Acara yang dibuka oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Minasa Upa Andi Zulfadli, S.E., dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan kunci. Hadir Lurah Minasa Upa Rahim, S.E., M.M., perwakilan Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, LPM, sejumlah anggota DPRD Kota Makassar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh Ketua RW beserta perwakilan RT se-Kelurahan Minasa Upa.

Secara bergantian, perwakilan dari RW 001 hingga RW 017 memaparkan hasil Pra-Musrenbang mereka. Suara yang terlontar bukan hanya daftar keinginan, tetapi analisis mendalam atas persoalan sehari-hari. Namun, satu poin kritik tajam sempat menghentak forum.

Pertanyaan Kritis Soal Anggaran yang Menyusut 

Ketua RW 007, Muhammad Gafur Kadar, S.E., M.Si., menyoroti penurunan signifikan penggunaan anggaran untuk kelurahan. "Mengapa anggaran untuk Kelurahan Minasa Upa bisa turun dari Rp 500 juta di periode sebelumnya, menjadi hanya Rp 300 juta untuk tahun 2027?" tanyanya lugas.

Ia mempertanyakan logika di balik pemotongan tersebut. "Apakah ini murni efisiensi, atau justru karena banyak program dan perbaikan fasilitas yang diusulkan warga dalam Musrenbang - Musrenbang sebelumnya tidak terlaksana, sehingga anggarannya dialihkan?" tegas Gafur. Pertanyaan ini menyiratkan kekhawatiran bahwa aspirasi warga yang telah disampaikan bertahun - tahun berisiko tidak lagi didanai.

Selain isu anggaran, RW 007 membawa empat usulan prioritas hasil Pra-Musrenbang

1. Pembentukan Kembali Posyandu yang saat ini tidak aktif.

2. Penyempurnaan Fasilitas Lapangan Bulutangkis yang belum lengkap.

Baca juga:
PSIS Jalankan Evaluasi Usai Laga Lawan Persija

3. Pembangunan/Perbaikan Drainase sebagai masalah krusial.

4. Pengaspalan Jalan di beberapa titik yang rusak di wilayahnya.

Dampak Lintas Batas : Drainase di Perbatasan Gowa

Persoalan drainase mendapat penekanan khusus dari RW 004 yang diwakili oleh Ketuanya, Dr. Abdul Azis Muslimin. Wilayahnya di Minasa Sari, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa, menjadi langganan banjir kiriman.

"Saluran air di perbatasan ini harus segera diperbaiki dan diselesaikan secara menyeluruh. Setiap hujan deras, limpahan air dari Kabupaten Gowa langsung membanjiri permukiman warga kami", papar Abdul Azis. Permasalahan ini menuntut penanganan kolaboratif antar wilayah, tidak hanya oleh pemerintah kota.

Musrenbang kali ini jelas membuktikan bahwa partisipasi warga Minasa Upa telah matang. Mereka tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga membawa data dari tingkat RT, menganalisis kebijakan anggaran, dan menyoroti persoalan yang memerlukan koordinasi lintas daerah. Kini, bola ada di pihak eksekutif dan legislatif untuk menindak lanjuti aspirasi tersebut dengan komitmen dan anggaran yang nyata.

 

 

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment