Jelang Puncak Haji, Kemenhaj RI Genjot Layanan Akomodasi hingga Kesehatan Jemaah

Ramli - News
10 May 2026 11:10

MAKKAH – Memasuki hari ke-19 operasional haji 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus menggenjot layanan bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi. Fokus utama diarahkan pada akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan, dengan tujuan tunggal: memastikan setiap jemaah bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk saat puncak haji nanti.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, di Makkah, Sabtu (9/5/2026), menegaskan bahwa penguatan layanan ini bersifat menyeluruh.

"Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik. Mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi terjaga, transportasi tertib, hingga layanan kesehatan responsif. Dengan begitu, jemaah bisa tenang dan fokus menghadapi puncak haji," ujar Ichsan.

Data hingga Jumat (8/5/2026) menunjukkan proses keberangkatan berjalan lancar. Sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia ke Arab Saudi.

Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah pun terus berlangsung bertahap. Saat ini, sebanyak 165 kloter (63.822 jemaah dan 660 petugas) telah tiba di Makkah untuk menjalankan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak haji.

Sementara untuk gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport di Jeddah, 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas telah tiba. Ditambah lagi, 2.958 jemaah haji khusus juga sudah berada di Tanah Suci.

Dari sisi akomodasi, PPIH Daerah Kerja Madinah telah melayani 267 kloter (104.796 jemaah) yang menempati 94 hotel. Sementara di Makkah, 165 kloter (63.822 jemaah) tersebar di 180 hotel.

Layanan konsumsi pun bergerak masif. Hingga kini, 2.782.118 box makanan telah didistribusikan ke jemaah—2.129.003 box di Madinah dan 653.115 box di Makkah.

Untuk mobilitas, Bus Shalawat di Makkah mengoperasikan 17 rute dengan total 969 trip, mengantar jemput jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya.

"Bus Shalawat adalah layanan vital karena mendukung mobilitas harian. Kami minta jemaah tertib, kenali rute bus, dan selalu ikuti arahan petugas," lanjut Ichsan.

Dari sisi kesehatan, tercatat 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dan 77 jemaah masih menjalani perawatan. Kemenhah juga mengingatkan agar jemaah disiplin menjaga kesehatan, mengingat suhu di Madinah dan Makkah mencapai 38–42 derajat Celsius.

"Jemaah kami imbau mengatur ibadah sesuai kemampuan, perbanyak minum air, gunakan pelindung diri, dan segera lapor jika sakit. Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji," tegas Ichsan.

Per 8 Mei 2026, tercatat 20 jemaah wafat di Arab Saudi. Kemenhah menyampaikan duka cita mendalam serta memastikan seluruh hak layanan jemaah wafat terpenuhi sesuai prosedur.

Di akhir pernyataannya, Ichsan menegaskan komitmen pelayanan yang inklusif. "Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami wujudkan di lapangan."

 

Baca juga:
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Sigap Salurkan Bantuan Untuk Korban Terdampak Bencana Longsor Toraja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment