Dari Warung Kopi, Frederik Kalalembang Serap Aspirasi Warga dan Ajak Forkopimda Kompak
MAKASSAR — Bagi Anggota DPR RI Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang, warung kopi bukan sekadar tempat menikmati kopi atau melepas penat. Di balik obrolan santai bersama sahabat, masyarakat, dan insan pers, banyak informasi serta persoalan daerah yang bisa diserap untuk kemudian dicarikan jalan keluarnya.
Setiap kembali ke Makassar, kota tempatnya dilahirkan dan dibesarkan, Frederik mengaku selalu memiliki semangat tersendiri. Apalagi, Makassar juga menjadi bagian penting dari perjalanan awal kariernya di Kepolisian.
"Kalau duduk di warung kopi bersama teman-teman, selalu ada informasi baru. Kita bisa mendengar langsung apa yang sedang dirasakan masyarakat, sekaligus bertukar pikiran tentang apa yang bisa dilakukan untuk daerah," ujar Frederik, Selasa (13/10/2026).
Warkop menjadi tempat anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang untuk mendengar informasi dan aspirasi masyarakat.
Dalam sejumlah perbincangan tersebut, berbagai persoalan menjadi perhatian, mulai dari antrean BBM di SPBU, maraknya aksi geng motor, peredaran narkoba, hingga gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat.
Menurut Frederik, informasi yang diperoleh dari percakapan informal tidak boleh berhenti sebagai bahan diskusi. Aspirasi tersebut perlu diteruskan kepada pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan Kepolisian, agar mendapat perhatian serta tindak lanjut yang nyata.
Forkopimda Harus Kompak, Kepala Daerah Jangan Sungkan Merangkul
Frederik menilai, sejumlah persoalan di daerah sebenarnya dapat ditangani lebih efektif apabila komunikasi dan koordinasi antarunsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berjalan baik.
Berbekal pengalamannya saat masih aktif di Kepolisian, termasuk ketika menjabat sebagai Kapolres di Jawa Tengah serta bertugas di wilayah metropolitan dan Medan, Sumatera Utara, ia merasakan langsung pentingnya kekompakan para pimpinan daerah dalam menjaga keamanan dan menyelesaikan persoalan masyarakat.
"Bupati atau wali kota jangan sungkan mengajak Kapolres, Dandim, Kajari, dan unsur Forkopimda lainnya duduk bersama. Kalau komunikasinya baik dan semua kompak, persoalan masyarakat tentu lebih mudah dicarikan solusinya," jelasnya.
Warkop menjadi tempat anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang untuk mendengar informasi dan aspirasi masyarakat.
Ia mencontohkan, persoalan antrean BBM, geng motor, narkoba, maupun premanisme tidak cukup hanya dibahas dalam rapat. Harus ada pembagian peran yang jelas, langkah penanganan bersama, dan evaluasi agar masyarakat benar-benar merasakan hasilnya.
Narkoba dan Keamanan Generasi Muda Jadi Perhatian
Secara khusus, Frederik mengingatkan bahaya peredaran narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda. Menurutnya, persoalan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum.
Pencegahan melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat harus diperkuat, sejalan dengan penindakan terhadap jaringan pengedar serta penanganan dan rehabilitasi bagi penyalahguna sesuai ketentuan.
Frederik juga mengingatkan bahwa membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga membangun kualitas manusia, kehidupan sosial, dan rasa aman masyarakat. Baginya, kepemimpinan kepala daerah tidak hanya diukur dari program pembangunan yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan mendengar keluhan warga, merangkul berbagai pihak, serta memastikan setiap persoalan mendapat penyelesaian.
"Dari meja kopi, kita menyerap informasi. Melalui komunikasi, kita menyatukan langkah. Dengan kekompakan, kita membangun daerah dan melayani masyarakat," tutup Frederik yang juga menjabat Ketua Umum IKaT Nusantara.