Frederik Kalalembang Dorong Pemkab Toraja Utara Perkuat Manajemen, Pengawasan, dan Komunikasi Antarpimpinan
TORAJA UTARA — Anggota DPR RI Frederik Kalalembang mendorong jajaran Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, untuk memperkuat manajemen pemerintahan, pengawasan, serta komunikasi antarpimpinan daerah. Arahan itu disampaikannya langsung di hadapan jajaran Pemkab Toraja Utara.
Ia menekankan pentingnya manajemen pemerintahan yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan.
Menurut Frederik, fungsi pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab dalam struktur pemerintahan, tetapi perlu dibangun sejak lingkungan terkecil melalui komunikasi yang baik.
"Manajemen itu mulai dari perencanaan, pengorganisasian, kemudian pelaksanaan dan pengawasan. Fungsi pengawasan inilah yang harus benar-benar kita mulai dari rumah tangga kita, lingkungan pekerjaan," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan hubungan yang harmonis antarpimpinan daerah, khususnya unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) . Komunikasi yang baik, katanya, diperlukan agar berbagai persoalan daerah dapat dikoordinasikan dan diselesaikan secara bersama.
Frederik Viktor Palimbong menilai pengalaman dan pengetahuan Frederik Kalalembang dapat menjadi pembelajaran bagi jajaran pemerintah daerah.
"Beliau seorang pembelajar sekaligus juga pelaku. Beliau lakukan apa yang beliau sampaikan," katanya.
Menurutnya, Frederik Kalalembang juga sebelumnya telah membantu memperluas akses internet di Toraja Utara ketika masih berada di Komisi I DPR RI. Dari upaya tersebut, terdapat 36 titik pembangunan menara telekomunikasi yang diperjuangkan untuk Toraja Utara. Sebanyak 21 titik telah beroperasi, 11 titik masih dalam proses perizinan, sedangkan dua titik lainnya terkendala sehingga belum dapat direalisasikan.
Selain infrastruktur digital, Pemkab Toraja Utara juga terus melakukan pembenahan dalam literasi dan digitalisasi pemerintahan. Bupati mengatakan kinerja Toraja Utara dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebelumnya masih tergolong rendah. Namun, hasil evaluasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui rencana aksi oleh jajaran pemerintah daerah.
"Kalau sudah dapat rapor merah, kita tindak lanjuti. Saya sampaikan ke tim untuk menerjemahkan langsung melalui action plan dan itu dilakukan, dieksekusi dengan baik," ujarnya.
Ia menegaskan evaluasi seharusnya tidak berhenti pada penilaian, tetapi diterjemahkan menjadi langkah konkret dan inovasi. Karena itu, jajaran pemerintah daerah didorong tidak hanya bekerja dari belakang meja, tetapi turun langsung ke pusat-pusat pelayanan untuk melihat dan mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, menilai langkah itu penting untuk menjaring berbagai persoalan sekaligus membangun komunikasi lintas sektor.
"Kita tidak bisa kerja sendiri. Kita komunikasikan dan pasti ada talenta-talenta di antara tim kita yang bisa menerjemahkan bahkan bisa membuat inovasi," katanya.
Selain tata kelola pemerintahan dan digitalisasi, sektor pariwisata juga menjadi perhatian. Frederik Viktor mengatakan pemerintah daerah diarahkan untuk lebih fokus mengembangkan dua atau tiga destinasi yang memiliki potensi dan daya ungkit besar.
"Kita fokus dua atau tiga tempat. Itu akan menunjukkan perubahan atau kemajuan yang signifikan," ujarnya.
Ia mengatakan Pemkab Toraja Utara saat ini terus mendorong sejumlah destinasi wisata untuk dikembangkan sesuai potensi dan kebutuhan daerah. Frederik Viktor Palimbong berharap berbagai masukan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai wawasan, tetapi diterjemahkan menjadi rencana kerja dan aksi nyata oleh jajaran pemerintah daerah.
"Setelah dari sini, tentu Bapak Ibu yang sudah mendengarkan bisa semakin tidak saja menambah wawasan, tapi juga rencana-rencana untuk mengimplementasikan resep yang beliau sampaikan," katanya.