Bukan Kane atau Bellingham: Media Argentina Sebut Declan Rice Kunci di Semifinal Piala Dunia 2026
MENGABARI.COM – Jelang duel panas semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris, media Argentina justru mengalihkan sorotan dari nama-nama besar seperti Harry Kane atau Jude Bellingham. Ancaman terbesar bagi La Albiceleste ternyata adalah seorang gelandang bertahan: Declan Rice.
Pemain Arsenal itu dinilai sebagai kunci permainan The Three Lions. Analis TyC Sports, Bruno Distefano, menegaskan bahwa keberhasilan Argentina bergantung pada kemampuan mereka memutus distribusi bola dari Rice.
"Tekan permainan saat membangun serangan. Ketika Declan Rice menerima bola dalam posisi tidak nyaman, Inggris kehilangan kejelasan dalam membangun serangan," tulis Distefano.
Inggris akan menghadapi Argentina di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Kedua tim datang dengan percaya diri: Inggris menyingkirkan Norwegia 2-1 lewat perpanjangan waktu, sementara Argentina mengalahkan Swiss 3-1.
Sepanjang turnamen, Kane dan Bellingham sama-sama mengoleksi enam gol. Namun, Distefano menilai jika aliran bola dari Rice bisa dihentikan, Bellingham akan lebih sulit menerima bola menghadap ke depan dan ancaman serangan Inggris pun berkurang.
Selain menyoroti Rice, media Argentina juga melihat kelemahan lain: Inggris cenderung lambat pada awal pertandingan. Argentina dinilai harus mencetak gol lebih dulu untuk memaksa Inggris keluar dari rencana permainan mereka.
Faktor kebugaran juga disebut bisa menjadi pembeda. Inggris disebut menguras tenaga lebih banyak sepanjang turnamen dibanding Argentina.
Meski demikian, TyC Sports tetap mengingatkan bahwa Kane dan Bellingham adalah ancaman terbesar. Bellingham digambarkan sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan melalui pergerakan tanpa bola dan timing yang luar biasa.
"Sedikit saja kehilangan konsentrasi, dia bisa mencetak gol dari tengah ataupun menyambut bola di tiang jauh," tulis Distefano.
Duel Argentina kontra Inggris diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling bergengsi di Piala Dunia 2026 sekaligus ajang adu taktik antara Lionel Scaloni dan Thomas Tuchel dalam perebutan tiket menuju partai final.










