iPhone Terancam, vivo X300 Ultra Bawa Fitur Kamera Sinema yang Belum Pernah Ada di Indonesia
JAKARTA - Selama bertahun-tahun, iPhone memegang takhta sebagai perangkat terbaik untuk video. Namun, kehadiran vivo X300 Ultra di Indonesia pada 11 Mei 2026 mendatang membawa "otak" videografi yang membuat studio film terasa bisa masuk ke dalam saku.
vivo tidak lagi hanya mengejar kualitas foto, tapi menyerang langsung ke inti kebutuhan videografer profesional.
Kreator konten kini butuh fleksibilitas pasca-produksi (post-production) yang tinggi. vivo menjawabnya dengan lompatan teknis: perekaman 4K 120fps Log.
Jika seri sebelumnya terbatas di 60fps, kini kecepatan bingkai tinggi tersebut tersedia di ketiga lensa belakangnya.
Artinya, efek slow-motion sinematik bisa diambil dari sudut lebar (ultra-wide) hingga jarak jauh (telephoto) dengan konsistensi warna yang sama.
"Smartphone kini bukan lagi sekadar alat dokumentasi, tetapi medium utama untuk menciptakan karya visual dengan standar profesional," ujar Hadie Mandala, Product Manager vivo Indonesia.
Satu fitur yang menjadi pembeda besar adalah dukungan kodek APV 422. Kodek ini dikembangkan oleh Samsung dan diklaim lossless (tanpa kehilangan detail), namun 20% lebih hemat ruang penyimpanan dibanding HEVC (H.265).
Bagi videografer, ini adalah berkah. File video 10-bit Log yang besar kini lebih mudah dikelola tanpa mengorbankan kualitas saat color grading.
Apalagi, perangkat ini sudah kompatibel dengan alur kerja ACES, standar profesional untuk menyelaraskan warna antar-kamera sinema.
Secara spesifikasi, jeroannya memang dirancang untuk kerja berat. Ada chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Pro Imaging Chip VS1+. Layarnya menggunakan panel 6.82 inci LTPO 2K 144Hz ZEISS Master Color Display.
Untuk urusan daya, baterai 6600mAh BlueVolt disandingkan dengan 100W FlashCharge. Sistem pendingin Liquid Cooling Vapor Chamber memastikan suhu tetap stabil saat merekam video resolusi tinggi dalam waktu lama.
Sistem kameranya pun ambisius
Lensa utama 35mm menggunakan sensor 200MP Sony LYTIA-901 (1/1.12 inci) dengan stabilitas CIPA 6.5.
Baca juga:
Lima Kali Kalah Beruntun, Tavares Minta PSM Segera Move On
Untuk jarak jauh, ada 200MP ZEISS APO Telephoto (85mm) dengan sensor Samsung ISOCELL HP0 (1/1.4 inci) berkekuatan stabilitas CIPA 7.0.
Lensa ultra-wide 14mm juga dibekali sensor 50MP Sony LYTIA-818 (1/1.28 inci)
Bagi mereka yang ingin mengamankan perangkat ini, vivo membuka Early Pre-Order (4-11 Mei 2026) dengan uang muka Rp2.000.000 di e-Store. Total keuntungan yang ditawarkan mencapai Rp6.000.000, termasuk garansi layar 12 bulan dan tambahan garansi resmi 12 bulan.
vivo X300 Ultra bukan lagi sekadar ponsel pintar, tapi sebuah sistem produksi visual yang menantang batas-batas lama videografi mobile.
5 Fakta Penting vivo X300 Ultra:
1. Perekaman 4K 120fps Log: Mendukung resolusi tinggi dan frame rate tinggi di seluruh lensa belakang untuk fleksibilitas slow-motion ekstrem.
2. Kodek APV 422: Menggunakan standar video profesional yang 20% lebih efisien dalam penyimpanan dibanding format konvensional.
3. Dual 200MP Sensor: Lensa utama dan telephoto menggunakan sensor 200MP kelas atas untuk detail yang tetap tajam meski dilakukan cropping.
4. Workflow Profesional: Mendukung alur kerja ACES dan pratinjau 3D LUT secara real-time saat proses pengambilan gambar berlangsung.
5. Daya Tahan: Dilengkapi baterai raksasa 6600mAh dan pengisian cepat 100W untuk mendukung proses produksi konten sepanjang hari.

Comments (0)
There are no comments yet