Jepang Kirim Tiga Helikopter SDF Bantu Padamkan Karhutla Indonesia, Pertama Kali dalam Sejarah
JAKARTA — Jepang mengerahkan armada militer internasionalnya untuk pertama kali dalam sejarah demi membantu Indonesia memadamkan kebakaran hutan dan lahan gambut yang semakin meluas di Kalimantan.
Langkah darurat ini diambil setelah pencemaran udara beracun merusak kualitas hidup warga dan memaksa aktivitas belajar mengajar di Kalimantan beralih ke sistem dalam jaringan.
Armada Pasukan Bela Diri (SDF) Jepang memberangkatkan kapal pengangkut berisi tiga helikopter pemadam untuk mendukung pemulihan bencana di wilayah terdampak. Operasi penanggulangan bencana air tawar dari udara ini dijadwalkan mulai memadamkan titik api secara efektif pada Minggu (13/9/2026) .

"Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan ini adalah pertama kalinya SDF ikut serta dalam operasi pemadaman kebakaran di luar negeri," tulis kantor berita Jepang, NHK.
Kabut asap tebal akibat karhutla terus meluas dan menurunkan kualitas udara secara drastis. Dampak paparan polusi beracun mulai mengancam kesehatan kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah.
Pemerintah daerah di beberapa kota Kalimantan akhirnya menghentikan aktivitas pembelajaran tatap muka demi keselamatan para siswa. Kegiatan belajar beralih ke kelas daring untuk melindungi anak-anak dari polusi udara.
Ekstremnya cuaca kemarau tahun ini membuat eskalasi karhutla di wilayah gambut Indonesia melahap area yang sangat luas. Kementerian Kehutanan memperkirakan kerusakan mencapai setidaknya 2.000 kilometer persegi.
Otoritas mengatakan fenomena El Nino dan musim kemarau berkepanjangan meningkatkan risiko kebakaran. Penyebaran asap tebal tidak hanya menghentikan aktivitas ekonomi lokal, tetapi juga mengganggu sistem pernapasan warga.
Penanganan terpadu bersama tim internasional diharapkan mampu menekan penyebaran titik api sebelum krisis ekologi meluas.