SMA IT Nurul Asafa Takalar Borong Juara 1 Lomba Mading dan Poster Tingkat Kabupaten, Angkat Budaya Lokal Makassar

TAKALAR — SMA IT Nurul Asafa kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Pameran Poster dan Lomba Mading Literasi GAKDE BACA TBM Kertas Pena Campagaya Tahun 2026, santri SMA IT Nurul Asafa berhasil menyabet dua gelar juara sekaligus: Juara 1 Lomba Mading dengan tema "Budaya Royong" dan Juara 1 Lomba Poster dengan tema "Budaya Sinrilik Bosi Timurung" .

Prestasi ini diraih dalam kegiatan yang digelar oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Diana Galesong, Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Balla Barakka ri Galesong (BBrG), Kabupaten Takalar. Mengusung tema "Literasi Budaya Lokal Berbasis Media Publikasi" , acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman budaya kepada anak-anak dan remaja, khususnya siswa SMP hingga SMA.

Lebih dari 20 sekolah turut berpartisipasi meramaikan lomba Mading dan Poster bertema budaya tersebut. Meski persaingan ketat, santri SMA IT Nurul Asafa berhasil menunjukkan kualitas terbaiknya.

Dalam sesi bedah buku yang memandu jalannya acara, Penasehat Forum TBM, Abdul Jalil Mattewakkang menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga warisan budaya.

"Ruang ini menjadi estafet hidupnya budaya Makassar agar tetap baik dan terjaga nilai-nilainya," ucapnya saat memandu berjalannya acara bedah buku, lomba mading, dan lomba poster.

Acara ini menerapkan sejumlah syarat dan ketentuan untuk menjaga sportivitas dan ketertiban. Peserta hanya boleh terdaftar dalam satu tim dan tidak diperbolehkan mengikuti dua jenis kegiatan sekaligus. Setiap tim Mading terdiri dari minimal 3 dan maksimal 5 orang, dengan karya yang dibuat dan didesain sebelum tiba di lokasi. Panitia menyediakan tripleks dan kertas karton manila untuk penataan dan penyempurnaan di lokasi.

"Alhamdulillah, pada lomba hari ini santri yang mengikuti lomba mendapatkan Juara 1 Lomba Poster dan Juara 1 Lomba Mading tingkat Kabupaten Takalar," ujar salah satu pendamping SMA IT Nurul Asafa .

Dengan prestasi ini, SMA IT Nurul Asafa tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga membuktikan bahwa literasi budaya lokal dapat terus hidup melalui generasi muda. TBM Diana Galesong pun berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai ruang estafet budaya Makassar yang tak pernah putus.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar