Prancis ke Semifinal, Mbappe Cetak Rekor 20 Gol dan Gagal Penalti dalam Satu Laga!

Ramli Nur

BOSTON — Bagi Prancis, kemenangan 2-0 atas Maroko di Stadion Boston, Jumat (10/7/2026) malam WIB, terasa jauh lebih manis dari sekadar tiket ke semifinal. Di balik sorak sorai kemenangan itu, Les Bleus menuliskan tinta emas dalam sejarah Piala Dunia, dengan Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele sebagai aktor utamanya.

Megabintang berusia 27 tahun itu kembali tampil sebagai kapten di lapangan dan pahlawan di papan skor. Satu gol dan satu assist yang ia sumbangkan bukan hanya mengantarkan Prancis melangkah, tetapi juga mendorongnya mendekati singgasana legenda. Kini, dengan koleksi 20 gol Piala Dunia, Mbappe hanya berjarak satu langkah dari rekor absolut Lionel Messi yang bertengger di puncak dengan 21 gol.

Namun, jumlah gol hanyalah puncak gunung es. Mbappe baru saja mencatatkan diri sebagai pemain pertama sepanjang masa yang terlibat dalam 100 gol bersama Timnas Prancis—rinciannya 64 gol dan 36 assist. Sebuah angka yang mengukuhkan namanya bukan lagi sekadar bintang, melainkan monumen hidup sepak bola Prancis.

Lebih mencengangkan lagi, sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966, hanya Mbappe satu-satunya pemain yang mampu mencatatkan 10 keterlibatan gol (gol plus assist) dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Pada 2022 lalu, ia menorehkan delapan gol dan dua assist. Di edisi 2026 ini, ia mengulangi angka yang sama persis: delapan gol dan dua assist. Konsistensi yang nyaris mustahil di era sepak bola modern.

Penalti Gagal, Legenda Tetap Tercipta

Menariknya, laga melawan Maroko justru menempatkan Mbappe dalam daftar pemain paling langka di dunia. Dalam satu pertandingan yang sama, ia berhasil mencetak gol, memberikan assist, sekaligus gagal mengeksekusi penalti. Dalam 60 tahun terakhir, pencapaian "tiga dalam satu" ini baru terjadi empat kali di Piala Dunia. Bahkan, dua di antaranya terjadi hanya dalam rentang tiga hari terakhir—Messi melakukannya saat melawan Mesir, dan Mbappe menirunya malam ini.

Ada satu lagi rekor yang membuatnya benar-benar istimewa: Mbappe telah mencetak gol kemenangan dalam delapan pertandingan Piala Dunia. Itu adalah rekor terbanyak sepanjang sejarah turnamen, melewati nama-nama besar yang pernah ada. Ia adalah pembunuh di momen krusial, dan ia membuktikannya lagi di Boston.

Dembele, Bayangan di Sayap Kanan yang Mematikan

Jika Mbappe bersinar di sisi kiri, maka Ousmane Dembele diam-diam menjadi mimpi buruk di sayap kanan. Gol kedua Prancis yang ia lesakkan bukanlah gol biasa; itu adalah gol Piala Dunia kelima dalam kariernya. Angka yang membuat namanya sejajar dengan tiga legenda abadi Les Bleus: Michel Platini, Olivier Giroud, dan Zinedine Zidane.

Bayangkan, seluruh lima gol Dembele di pentas dunia tercipta hanya dalam lima pertandingan terakhirnya. Sebuah efisiensi yang mencengangkan dari pemain yang kerap disebut inkonsisten.

Mengulang Kejayaan Brasil 2002

Ketajaman duet Mbappe-Dembele kali ini bahkan melahirkan rekor kolektif yang istimewa bagi Prancis. Mereka menjadi tim pertama sejak Brasil pada Piala Dunia 2002 yang memiliki dua pemain dengan torehan minimal lima gol dalam satu edisi turnamen. Dua puluh empat tahun lalu, Ronaldo Nazario (delapan gol) dan Rivaldo (lima gol) melakukannya. Kini, Prancis meniru jejak tersebut dengan Mbappe (delapan gol) dan Dembele (lima gol)—dan mereka masih punya setidaknya dua pertandingan lagi untuk menambah pundi-pundi gol.

Dengan performa yang terus melambung tinggi, Mbappe kini menjadi kandidat terkuat untuk mengakhiri Piala Dunia 2026 sebagai top skor. Namun, yang lebih penting dari sepatu emas adalah mimpi besar yang mulai terlihat nyata: membawa Prancis menggenggam trofi juara dunia untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Jika itu terjadi, malam di Boston ini hanyalah awal dari sebuah legasi yang akan dikenang selamanya.

 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar