Iran Serang Pangkalan Militer AS di Teluk Persia, Gencatan Senjata Retak di Tengah Pemakaman Khamenei

Ramli Nur
Foto: Ilustrasi.

WASHINGTON – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru. Iran mengonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Teluk Persia pada Kamis (9/7/2026), sebagai pembalasan atas serangan AS yang menyasar wilayah selatan dan timur Iran. Insiden ini secara signifikan menggerus genjatan senjata yang baru terjalin selama tiga pekan.

Laporan dari media Iran yang dikutip The Japan Times menyebutkan ledakan terdengar di sejumlah lokasi sensitif, termasuk di sekitar pembangkit nuklir Bushehr, serta Konarak, Choghadak, dan Bandar Abbas. Meski demikian, seorang pejabat AS membantah adanya serangan baru dari pihak Washington dalam beberapa jam terakhir, menciptakan kabar simpang siur yang memperumit situasi.

Serangan terjadi di tengah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Mashhad yang dijadwalkan pada Jumat (10/7/2026) pagi WIB. Sebelumnya, AS menuduh Iran menyerang kapal Qatar dan Arab Saudi di Selat Hormuz, yang kemudian memicu Presiden Donald Trump mendeklarasikan berakhirnya gencatan senjata AS-Iran.

Namun, pejabat AS lainnya menegaskan bahwa Washington masih berkomitmen pada jalur diplomasi dan pembicaraan teknis untuk mengakhiri perang terus berlanjut. Sementara itu, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bahwa intervensi AS justru menghambat pemulihan jalur pelayaran Selat Hormuz.

IRGC menyebut lalu lintas kapal sudah pulih 50 persen dari masa sebelum perang dan hanya mengizinkan kapal yang mengikuti rute yang ditentukan Teheran. Peringatan terakhir pun dilayangkan: setiap intervensi tambahan dari AS akan mendapat respons yang melumpuhkan. Situasi di kawasan ini tetap berada di ujung tanduk.

 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar