Trump Puji Erdogan, AS Dikabarkan Kirim 6 Jet Tempur F-35 ke Turki

Ramli Nur
Amerika Serikat diperkirakan akan memasok 6 jet tempur siluman F-35 ke Turki jika Presiden Donald Trump mencabut larangan penjualan pesawat tersebut. Foto/US Air Force/Tech. Sgt. Nicolas Myers

ANKARA – Amerika Serikat dikabarkan akan mengirimkan enam jet tempur siluman F-35 ke Turki dalam gelombang awal kesepakatan yang telah lama dinanti. Kabar ini diungkap Bloomberg News, mengutip sejumlah pejabat Turki yang akrab dengan proses negosiasi.

Namun, semua bergantung pada satu kata: izin dari Presiden AS Donald Trump. Turki berharap Trump mencabut larangan pembelian jet tempur generasi kelima yang selama ini membeku akibat hubungan Ankara yang rumit dengan Washington dan sekutu-sekutunya, seperti Israel dan Yunani.

Padahal, Turki awalnya berniat membeli sekitar 40 unit F-35. Namun, ketegangan diplomatik menggagalkan rencana itu. Kini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terus mendorong agar kesepakatan itu terwujud, meski Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka memperingatkan AS agar tidak memberikan pesawat canggih itu kepada Ankara.

Ancaman dari Dalam Negeri AS

Tak hanya dari luar, tekanan pun datang dari dalam negeri AS. Pada 28 Juni lalu, sejumlah anggota parlemen AS memperingatkan pemerintahan Trump bahwa penjualan F-35 ke Turki dapat mengancam keamanan. Pasalnya, Ankara tetap menjalin hubungan pertahanan dengan Moskow dan menggunakan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia—sebuah fakta yang terus menghantui negosiasi ini.

Pujian Trump untuk Erdogan: "Dia Orang yang Sangat Kuat"

Di tengah hiruk-pikuk diplomatik itu, Trump justru terlihat mesra dengan Erdogan. Dalam sela-sela KTT NATO di Ankara, Trump memuji pemimpin Turki itu tanpa ragu.

"Dia adalah orang yang sangat kuat. Orang-orang tidak main-main dengannya, tetapi dia benar-benar melakukan pekerjaan yang fantastis," puji Trump.

Ia bahkan memuji infrastruktur Ankara yang disiapkan khusus untuknya. "Anda bisa tahu sejak saat kami turun dari pesawat. Lihatlah bandara-bandara itu sangat indah. Mereka membangun terminal khusus untuk kedatangan saya," imbuhnya dengan nada kagum.

Namun, ketika ditanya soal F-35, Trump masih bermain aman. "Saya belum sepenuhnya memutuskan, tetapi kecenderungan saya adalah untuk mengatakan, lihat, dia telah melakukan segalanya, dia telah membantu kita dalam begitu banyak cara yang berbeda," ujar Trump dalam konferensi pers pasca-KTT, Kamis (9/7/2026).

Erdogan Optimistis, Israel dan Yunani Kecewa

Di sisi lain, Erdogan tampak percaya diri. Ia mengatakan bahwa Trump memiliki pandangan positif terhadap penjualan F-35 dan berharap dunia akan menyaksikan AS menepati janjinya.

"Kami mengadakan pembicaraan yang sangat bermanfaat. Saya meninggalkan pertemuan dengan perasaan senang," ujar Erdogan.

Ia pun dengan tegas menepis penolakan dari Israel dan Yunani. "Yunani membuat kesalahan dengan menentangnya," katanya enteng.

Lebih dari sekadar F-35, Erdogan juga mengungkapkan bahwa ia dan Trump membahas potensi kerja sama industri pertahanan yang lebih luas, termasuk pembuatan kapal perang seperti fregat, kapal selam, dan korvet.

Sanksi Mencair, Harapan Menguat

Erdogan bahkan menyampaikan kabar gembira: AS sebagian besar telah mencabut sanksi pertahanan terhadap Turki. Sebelumnya, Reuters dan New York Times melaporkan bahwa Trump diperkirakan akan memberikan lampu hijau untuk penjualan F-35 selama kunjungannya ke Ankara.

Ketika ditanya apakah ia akan memberi "hadiah" untuk Turki akhir bulan lalu, Trump hanya berkata singkat: "Saya mungkin akan melakukan sesuatu yang akan membuat mereka sangat senang."

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menambahkan bahwa timnya sedang meninjau apakah Turki telah mematuhi hukum AS untuk menerima jet tempur tersebut.

"[Menteri Pertahanan] Pete [Hegseth] dan seluruh tim sedang meninjau hal ini sekarang karena ada hal-hal tertentu yang harus kami pastikan telah terjadi... agar sesuai dengan hukum Amerika," jelas Vance.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, pekan lalu menyatakan bahwa Erdogan dan Trump memiliki "kemauan politik yang kuat" untuk mencabut sanksi AS terhadap Turki, meskipun mereka belum bersedia menetapkan jadwal yang pasti.

Kesimpulan: Sebuah Babak Baru atau Sekadar Manis di Bibir?

Dari pujian berbalut diplomatik hingga ancaman veto dari internal AS, kisah F-35 Turki masih jauh dari kata usai. Namun, satu hal yang pasti: Erdogan dan Trump tampak saling membutuhkan. Pertanyaannya, akankah "hadiah" F-35 benar-benar tiba, atau hanya akan menjadi janji manis yang menguap di tengah tekanan politik? Dunia pun menunggu.

 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar