Duka di Atas Duka: Drone Israel Serang Pemakaman di Gaza, 8 Tewas dan 20 Luka-Luka

Ramli Nur
Warga Palestina berduka.

JALUR GAZA — Di tengah hiruk-pikuk kesedihan, tragedi kembali menimpa warga Palestina. Sebuah pesawat tak berawak Israel menyerang kerumunan warga sipil yang sedang berkumpul untuk pemakaman di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, Jumat (17/7/2026).

8 orang tewas. 20 lainnya terluka. Angka yang terus bertambah dari hari ke hari di tengah gencatan senjata yang seharusnya melindungi mereka.

Para saksi mata menceritakan momen pilu itu. Ratusan warga berkumpul di luar Masjid Ahmad Yassin, menunggu untuk memulai prosesi pemakaman seorang warga Palestina yang tewas oleh pasukan Israel sebelumnya pada hari yang sama. Tak ada yang menyangka bahwa saat mereka berdoa dan berduka, maut justru datang dari langit.

Drone Israel menukik dan menyerang kerumunan di area pasar Al-Balata. Seketika, suasana berkabung berubah menjadi teror. Jeritan, kepanikan, dan darah mewarnai tanah yang seharusnya menjadi tempat perpisahan terakhir.

Rumah Sakit Al-Awda di kamp pengungsi Nuseirat langsung kebanjiran korban. Delapan jenazah masuk, 20 orang luka-luka dirawat. Video yang beredar di media sosial menunjukkan mayat dan orang-orang terluka tergeletak di tanah, darah membasahi pakaian dan tubuh mereka.

Serangan ini bukanlah insiden terisolasi. Dalam 72 jam terakhir saja, lebih dari 25 warga Palestina tewas di Gaza akibat serangan Israel yang menargetkan pasar, pemakaman, pertemuan sipil, dan rumah-rumah penduduk.

Bahkan sejak Jumat pagi, jumlah korban tewas mencapai 13 orang. Dan sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, pelanggaran Israel telah menewaskan 1.127 warga Palestina dan melukai 3.643 orang lainnya hingga Kamis.

Kantor Media Gaza mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai peningkatan kriminal sistematis yang dilakukan tentara pendudukan Israel terhadap warga sipil tak bersenjata.

"Pembunuhan dan perang genosida terus meningkat, dilakukan melalui kebijakan pengeboman pasar-pasar umum, pemakaman, pertemuan sipil yang damai, dan apartemen-apartemen tempat tinggal yang aman di atas kepala penghuninya."

Mereka menambahkan bahwa serangan-serangan ini "merupakan penguatan yang jelas dari kebijakan terorisme yang diarahkan terhadap setiap makhluk hidup di Jalur Gaza."

Serangan ini terjadi ketika Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Janji damai seolah hanya di atas kertas, sementara bom dan drone terus berjatuhan di atas kepala warga sipil yang tak berdaya.

Sejak kampanye militer Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, jumlah korban telah mencapai angka yang membekukan:

Korban Jumlah
Tewas Lebih dari 73.000 warga Palestina
LukaLebih dari 173.000 warga Palestina
Infrastruktur RusakSekitar 90% infrastruktur sipil hancur

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar