Mahasiswa KKN UNHAS Sulap Ruang Kosong Menjadi Pojok Baca Melalui Proker TERBIT.
Banggae, Takalar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Hasanuddin (UNHAS) Posko 116 Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, berhasil menyulap sebuah ruangan kosong menjadi pojok baca yang nyaman dan menarik melalui program kerja TERBIT (Tata Estetika Ruang Baca dan Inventarisasi Terpadu). Program yang dilaksanakan selama masa KKN ini bertujuan menciptakan ruang literasi yang mudah diakses sekaligus menumbuhkan minat baca anak-anak di lingkungan Desa Banggae.
Program TERBIT diawali dengan proses penataan koleksi 1.000 buku bantuan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) yang sebelumnya telah diinventarisasi oleh mahasiswa KKN. Seluruh buku disusun berdasarkan kategori dan tingkat kesulitan bacaan sehingga memudahkan anak-anak dalam memilih buku sesuai usia dan kemampuan membaca mereka. Penataan tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem perpustakaan sederhana yang lebih rapi, terstruktur, dan ramah bagi pengunjung.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Desa Banggae. Kepala Desa memberikan satu ruangan khusus yang kemudian direvitalisasi oleh mahasiswa menjadi pojok baca. Ruangan tersebut dibersihkan, ditata ulang, serta dihias dengan dekorasi yang ceria dan penuh warna agar menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus menarik perhatian anak-anak untuk datang membaca. Transformasi ruang tersebut menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam mendukung penguatan budaya literasi di masyarakat.
Tidak hanya fokus pada penataan ruangan, mahasiswa KKN juga melibatkan siswa SDN 67 Banggae dalam proses menghias dan menata pojok baca. Keterlibatan anak-anak sejak awal bertujuan memperkenalkan keberadaan fasilitas baru sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap pojok baca tersebut. Melalui kegiatan bersama ini, anak-anak terlihat antusias membantu menghias ruangan dan semakin mengenal fungsi pojok baca sebagai tempat belajar, membaca, dan mengeksplorasi berbagai koleksi buku yang tersedia.
Melalui program TERBIT, mahasiswa KKN UNHAS berhasil menghadirkan tiga luaran utama, yaitu terbentuknya pojok baca yang rapi, estetik, dan nyaman; diperkenalkannya fasilitas pojok baca kepada anak-anak di sekitar Desa Banggae; serta tersedianya ruang membaca yang kini dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya anak-anak, untuk meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan. Kehadiran pojok baca ini diharapkan menjadi sarana literasi yang berkelanjutan dan mampu mendukung terciptanya budaya membaca di Desa Banggae bahkan setelah masa KKN berakhir.