Kemendagri dan Pemda Siap Dukung BSPS, Tito Karnavian: Program Ini Sangat Ditunggu Rakyat
JAKARTA – Kabar baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bertujuan memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni. Targetnya 400 ribu penerima manfaat.
"Dan ini sangat ditunggu oleh publik dan diterima publik karena memperbaiki rumah masyarakat yang kurang mampu, tidak layak," ujar Tito usai rapat di Kantor BPKP, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Dalam rapat yang dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dibahas pula percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera.
Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengakui pembangunan ribuan huntap bukan pekerjaan mudah. Namun, ia merasa lega melihat perkembangan yang positif.
"Jujur, saya lega sebagai Kasatgas karena melihat timelinenya dan rencana-rencana on progress, bagus. Bahkan sudah banyak koordinasi-koordinasi termasuk tanah sudah diperoleh itu betul-betul melegakan," ungkapnya.
Tak hanya itu, Tito juga akan menindaklanjuti rencana ini bersama Menteri PU, Dirut PLN, dan seluruh kepala daerah di wilayah terdampak bencana. Ia memastikan pemerintah bergerak cepat agar pembangunan berjalan optimal.
Insentif Fiskal untuk Daerah Pro-Perumahan
Dalam rapat, juga mengemuka masukan dari pelaku usaha real estate tentang daerah yang belum menerapkan kebijakan pembebasan biaya PBG dan BPHTB bagi MBR. Tito menegaskan akan mengecek daerah-daerah tersebut dan memberikan Surat Edaran sebagai pengingat.
"Kemudian kita akan memberikan award di enam region seluruh Indonesia yang berupa insentif fiskal bagi kepala daerah yang pro di bidang perumahan," katanya.
Tito juga meminta BPKP menjalankan fungsi pengawasan terhadap daerah yang belum melaksanakan kebijakan tersebut. Dengan langkah ini, ia berharap program perumahan rakyat dapat berjalan lebih optimal.







