Penalti Spanyol Tuai Protes, Mantan Wasit FIFA Buka Suara: Itu Bukan Handball!

Ramli Nur
Lamine Yamal Diduga Handball.

TEXAS – Penalti yang membawa Spanyol unggul atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 memicu perdebatan sengit. Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan wasit Ivan Barton setelah tayangan ulang menunjukkan bola sempat mengenai tangan Lamine Yamal sesaat sebelum Lucas Digne melakukan pelanggaran di kotak penalti.

Insiden terjadi pada menit ke-20 di Dallas Stadium, Texas. Digne gagal mengantisipasi bola dan secara tidak sengaja menendang Yamal yang bergerak masuk ke area penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, dan Mikel Oyarzabal sukses mengeksekusi penalti dua menit kemudian.

Kubu Prancis memprotes keras. Mereka menilai bola sempat menyentuh tangan Yamal sebelum pelanggaran terjadi seharusnya penalti dibatalkan.

Namun, mantan wasit FIFA sekaligus pakar peraturan pertandingan, Christina Unkel, menegaskan keputusan wasit sudah sesuai dengan Laws of the Game.

Menurut Unkel, tayangan ulang menunjukkan bola mengenai bagian lengan yang masih termasuk area bahu atau ujung lengan (sleeve), bukan tangan yang dikategorikan sebagai handball.

"Titik kontak bola berada di bagian lengan yang masih termasuk area sleeve, sehingga itu tidak dianggap sebagai handball. Karena itu, keputusan memberikan penalti tetap benar," jelas Unkel dalam analisis di siaran langsung ITV.

Unkel juga menjelaskan bahwa Digne tetap bertanggung jawab atas tekelnya. "Seorang pemain mungkin sudah telanjur melakukan tekel, tetapi tetap memiliki tanggung jawab untuk menghindari kontak dengan lawan," tambahnya.

Gol penalti Oyarzabal menjadi pembuka kemenangan Spanyol sebelum Pedro Porro menggandakan keunggulan di babak kedua. La Furia Roja menang 2-0 dan memastikan tiket ke final.

Selain kontroversi penalti, Prancis juga kehilangan bek William Saliba akibat cedera di babak pertama.

Kemenangan ini mengantarkan Spanyol ke partai puncak Piala Dunia 2026. Tim asuhan Luis de la Fuente kini menunggu pemenang semifinal antara Argentina dan Inggris untuk memperebutkan gelar juara dunia.

 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar