Dukcapil Raih Segudang Prestasi 2025, Data Digital Jadi Fondasi Transformasi Pemerintahan
JAKARTA – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat sejumlah capaian kinerja membanggakan sepanjang 2025. Berbagai pencapaian ini menjadi fondasi kuat dalam penguatan transformasi digital pemerintahan di Indonesia.
Capaian tersebut dipaparkan oleh Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026). Pemaparan dilakukan bersamaan dengan Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026.
Teguh mengungkapkan bahwa hingga 31 Desember 2025, tercatat 2.283 lembaga pengguna aktif data kependudukan melampaui target 1.300 lembaga. Total akses lembaga mencapai 2,57 miliar hits, sementara secara kumulatif, 7.419 lembaga telah memanfaatkan layanan dengan total 18,94 miliar hits.
Di sisi dokumen kependudukan, capaiannya juga mengesankan:
- Perekaman KTP elektronik mencapai 97,47 persen atau 206,46 juta jiwa
- Akta kelahiran anak usia 0-4 tahun mencapai 96,02 persen
- Akta kematian telah mencakup 100 persen penduduk yang dilaporkan meninggal
Dari sisi transformasi digital:
- Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah diaktifkan oleh 17,56 juta penduduk atau 8,29 persen dari penduduk wajib KTP-el
- Pemadanan data dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mencapai 99,99 persen
"Data kependudukan yang berkualitas, didukung infrastruktur digital yang andal dan kolaborasi lintas sektor, semakin memperkuat peran Dukcapil sebagai penyedia fondasi utama transformasi digital pemerintahan," ujar Teguh.
Dari sisi kualitas layanan, 167 daerah berhasil meraih kategori Indikator Kualitas Layanan "Sangat Baik" melampaui target 150 daerah. Seluruh Dinas Dukcapil juga telah mengantongi sertifikasi ISO 27001:2022 sebagai standar keamanan informasi.
Teguh memaparkan inovasi digitalisasi bantuan sosial yang diawali dari proyek percontohan di Banyuwangi. Melalui integrasi IKD dengan Portal Perlinsos berbasis pengenalan wajah, waktu verifikasi calon penerima bantuan yang semula sekitar 200 hari kini dapat dipangkas menjadi sekitar 1 menit! Program ini akan diperluas dari 43 menjadi 143 daerah.
Berkat berbagai capaian tersebut, Ditjen Dukcapil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Outstanding Public Service Innovation dan Digital Excellence Awards 2026. Tak hanya itu, Ditjen Dukcapil juga mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) atas kerja sama dengan 100 lembaga pasar modal.
Dengan fondasi digital yang semakin kokoh, Dukcapil membuktikan bahwa transformasi pemerintahan bukan sekadar wacana, tetapi telah berjalan nyata di seluruh Indonesia.