Irjen Pol Awal Chairuddin Resmi Jabat Kapolda Sulsel, Gantikan Djuhandani

Irjen Pol Dr. Awal Chairuddin.

JAKARTA — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) resmi berganti. Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Irjen Pol Djuhandani dimutasi ke Mabes Polri, sementara posisinya diisi oleh Irjen Pol Dr. Awal Chairuddin.

Sebelum dipercaya memimpin Polda Sulsel, Awal Chairuddin menjabat sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I Divisi Hukum Polri. Ia merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.

Awal juga pernah bertugas di sejumlah satuan dan wilayah kepolisian termasuk Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya, serta sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri. Namanya juga dikenal karena pernah dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada periode 2017–2019.

Irjen Awal Chairuddin satu letting dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Akademi Kepolisian 1994. Nama angkatan mereka: Batalyon Tunggal Panaluan. Di angkatannya, Awal dipercaya sebagai Ketua IKA Akpol 1994.

Sejumlah jenderal bintang satu dan bintang dua ikut mendampingi saat menjalani fit and proper test. Salah satunya adalah Irjen Awal Chairuddin. Kini, nama alumni Akpol 1994 semakin berkibar setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dengan pangkat naik dari bintang tiga menjadi bintang penuh.

Dengan pangkat bintang dua, Irjen Awal Chairuddin berpeluang menjadi calon kapolda ke depan. Usianya baru 55 tahun, dan masa dinasnya di Polri masih tersisa 3 tahun lagi. Sementara itu, kapolda alumni Akpol 1991 dan 1992 berpeluang pensiun dalam 1–2 tahun ke depan.

Irjen Awal Chairuddin adalah jenderal asal Makassar. Ia lahir di Makassar pada 3 Desember 1971. Awal merupakan orang pertama di angkatannya yang menjabat Brigadir Jenderal. Jabatan jenderal bintang satu diperolehnya pada 21 Desember 2018, sementara pangkat bintang dua diraihnya pada awal Juli 2026.

Saat ini, Awal menjabat Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I Divisi Hukum Polri. Ia pernah menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Maret 2017 hingga Desember 2018.

Awal merupakan putra dari salah seorang pendidik yang cukup terkenal di Kota Makassar, Chairuddin Burhan Kepala LAN RI Sulsel 1968–1991 dan pengajar di Fisip Unhas serta Hatma Tamma.

Sejak meniti karier di Polri pada 1994, talenta Awal Chairuddin sudah terlihat. Beberapa jabatan strategis yang dipegangnya tidak terlalu lama ia jalani.

Ia memulai karier sebagai Pama Korbrimob. Setelah lulus PTIK, ia berdinas keliling di Polda Jawa Barat sampai berpangkat Kompol. Sespimmen diselesaikannya pada Desember 2008, lalu langsung berdinas di Polda Metro Jaya sampai menjabat Sekpri Wakapolri pada April 2011.

Selanjutnya, ia menjabat Kapolres Subang hingga Desember 2013. Pada Januari 2015, ia mendapat promosi jabatan Kombes Pol sebagai Kaden C Biro Paminal, sukses mengemban tugas penegak disiplin. Awal kemudian dipercaya menjabat Kapolres Bekasi dan Kapolres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya.

Tepat pada Maret 2017, Awal dipercaya menjadi ajudad Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada 2018, ia mendapat promosi jabatan Brigjen Pol sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri.

Meski pangkatnya kemudian disalip sejumlah rekannya di Akpol 1994, Awal tetap dipercaya sebagai Ketua Alumni Tunggal Panaluan, sebutan batalyon Akpol 1994.

Pada Januari 2024, Brigadir Jenderal Polisi Awal Chairuddin resmi bergelar doktor. Ia menjalani ujian promosi doktor di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Selasa (9/1/2024) pagi.

Irjen Awal Chairuddin menulis disertasi berjudul "Optimalisasi Peran Bhabinkamtibmas Dalam Membangun Public Trust". Alumnus Akpol 1994 itu berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan promotor dan berhak menyandang gelar doktor ilmu administrasi publik.

Dalam kesempatan itu, Profesor Muhammad Yunus bertindak sebagai ketua tim promotor, didampingi Profesor Muhammad Basri dan Profesor Muhammad Aras. Adapun dewan penguji antara lain Profesor Andi Anto Patak, Profesor Muhammad Akbar Tahir, dan Profesor Muhammad Said.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar