Fuso Canter Extra Long Bus Siap Goda Operator Wisata di GIIAS 2026

Fuso.

ICE BSD – Fuso besar di truk, kecil di bus. Selama ini, kepala kuning khas Mitsubishi Fuso memang menguasai jalan raya lewat truk-truk niaga. Namun, di segmen sasis bus pariwisata, mereka justru berada di bawah bayang-bayang Hino. Kini, lewat Canter Extra Long Bus yang diperkenalkan di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mencoba membuka jalan masuk ke ceruk pasar yang selama ini didominasi kompetitor.

Produk yang dipasarkan KTB, distributor resmi Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia ini menyasar kebutuhan mobilitas wisatawan dan transportasi antarkota. Spesifikasi yang diusung:

  • Wheelbase 4,2 meter, lebih panjang dari varian reguler, memberi ruang lebih besar bagi karoseri merancang kabin berkapasitas penumpang optimal.
  • Mesin bertenaga 136 PS.
  • Radius putar lebih kecil, memudahkan manuver di jalur wisata maupun perkotaan.
  • Long tapered leaf spring, untuk kenyamanan berkendara yang lebih baik.

"Pertumbuhan sektor pariwisata mendorong meningkatnya kebutuhan transportasi penumpang berkapasitas besar, aman, dan nyaman. Canter Extra Long Bus dengan wheelbase 4,2 meter adalah solusi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan tersebut," kata Aji Jaya, Sales and Marketing Director KTB.

Keputusan Fuso masuk ke segmen ini bukan tanpa dasar. Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 mencapai 15,39 juta orang, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus 1,2 miliar perjalanan.

Sektor ini diproyeksikan menyumbang 3,97–4,8 persen terhadap PDB, angka yang membutuhkan dukungan transportasi andal sebagai penghubung antardestinasi.

"Satu hal yang perlu dipertegas adalah memperkuat kolaborasi dan koordinasi agar dukungan industri otomotif yang menghadirkan transportasi nyaman dan aman bagi kelanjutan sektor pariwisata terus berjalan," ujar Budi Supriyanto, Asisten Deputi Bidang Manajemen Industri Kementerian Pariwisata.

Dari sisi operator, kebutuhannya sederhana: armada andal tanpa drama di jalan. "Sebagai operator transportasi wisata, dukungan kendaraan performa baik, kapasitas sesuai, serta layanan purnajual yang kuat menjadi faktor penting bagi kami," ujar Budi Susilo, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur.

Realitas pasar tidak berpihak pada Fuso di segmen ini. Berdasarkan data Gaikindo, Hino menguasai pangsa pasar sasis bus di Indonesia dengan penguasaan sekitar 47 persen, unggul di segmen bus medium dan besar lewat model seperti Hino Bus RK280, RM280, dan GB 150L.

Di kelas bus berat dan premium, Mercedes-Benz menjadi pesaing utama lewat OH 1626L. Sementara di segmen mikro dan medium kecil, Isuzu memimpin lewat NLR55 dan NQR.

Posisi Fuso di peta ini jelas: kuat di truk, tapi baru mulai membangun pijakan di sasis bus. Canter Extra Long Bus adalah langkah pertama yang konkret untuk merebut pangsa dari tiga pemain yang sudah lebih dulu mapan.

Peluangnya tidak kecil. Pasar global bus dan bus wisata pada 2025 diperkirakan bernilai antara USD 42,3 miliar hingga USD 94,6 miliar, setara Rp757,17 triliun hingga Rp1.693,34 triliun. Asia-Pasifik memimpin dengan pangsa sekitar 35,52 persen, didorong pemulihan aktivitas pariwisata dan transportasi darat.

Dua data relevan lainnya:

Bus berkapasitas 31–50 kursi memegang pangsa pendapatan terbesar (55,4 persen) — ideal untuk rombongan wisata, dan ini yang menjadi target kapasitas Canter Extra Long Bus.

Mesin diesel (ICE) masih mendominasi dengan 63,8 persen pangsa pasar, sementara bus listrik tumbuh paling cepat seiring tren keberlanjutan.

Modal Purnajual Fuso: Jaringan Dealer dan Zero Down Time!

Di luar produk, kekuatan Fuso ada di jaringan. Sejak hadir di Indonesia pada 1970, Mitsubishi Fuso mencatat populasi kendaraan niaga terbesar di dalam negeri. KTB kini menopang bisnisnya dengan 223 dealer dan layanan Zero Down Time—modal yang tidak dimiliki semua kompetitor, dan bisa menjadi pembeda saat operator memilih sasis bus untuk investasi jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar