Sejarah Baru di Piala Dunia: FIFA Hadirkan Cincin Juara, Trump Siap Serahkan Trofi di Final Argentina vs Spanyol

Ramli Nur
Ilustrasi AI

NEW JERSEY — Sebuah tradisi baru lahir di Piala Dunia 2026. Bukan sekadar trofi yang akan diangkat oleh sang juara dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, FIFA akan menghadiahkan cincin juara kepada para pemain dan staf tim yang keluar sebagai yang terbaik di dunia.

Tradisi pemberian cincin juara selama ini identik dengan olahraga Amerika Serikat, seperti cincin Super Bowl yang didambakan setiap pemain NFL. Kini, konsep serupa resmi diadopsi oleh FIFA. Sebanyak 30 cincin disiapkan khusus untuk para pemain dan staf tim juara. Tak hanya itu, FIFA juga akan memproduksi 1.996 cincin edisi kolektor yang dijual kepada para penggemar di seluruh dunia.

Setiap cincin menampilkan miniatur trofi Piala Dunia serta ukiran khusus pada bagian lingkarannya, sebuah kenang-kenangan abadi yang akan dikenakan oleh para pemenang seumur hidup.

Partai final antara Argentina dan Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) WIB, dipastikan akan dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kehadirannya telah diumumkan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dan dikonfirmasi kembali oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Trump dijadwalkan akan menyerahkan langsung trofi kepada juara dunia. Menariknya, ini akan menjadi pertandingan Piala Dunia 2026 pertama yang ia hadiri secara langsung. Sepanjang turnamen, ia tidak menyaksikan satu pun dari 102 laga termasuk seluruh pertandingan timnas AS yang terhenti di babak 16 besar usai kalah telak 1-4 dari Belgia.

Meski kawasan New York sempat mengeluarkan peringatan kualitas udara akibat asap kebakaran hutan di Kanada, hingga kini tidak ada indikasi kondisi tersebut akan mengganggu penyelenggaraan partai final. Semua sistem berjalan sesuai rencana.

Kehadiran Trump di Piala Dunia tak lepas dari kontroversi. Hubungannya dengan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi sorotan setelah ia meminta FIFA meninjau kartu merah yang diterima striker Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Tak lama setelah itu, hukuman otomatis Balogun ditangguhkan, sehingga sang penyerang dapat tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia. Keputusan ini memicu kritik tajam dan memunculkan pertanyaan mengenai independensi proses disiplin FIFA.

Namun, meskipun Balogun tampil, Amerika Serikat tetap tersingkir setelah kalah 1-4 dari Belgia. Sepanjang Piala Dunia 2026, tidak ada kartu merah maupun kartu kuning lain yang mendapat penangguhan, meskipun Prancis dan Inggris juga sempat mengajukan banding atas sejumlah keputusan wasit.

Bagi Trump sendiri, menghadiri final ajang olahraga bukanlah hal baru. Selama menjabat sebagai Presiden AS, ia kerap hadir di berbagai event besar seperti Super Bowl, US Open, Final NBA, hingga Ryder Cup. Kini, Piala Dunia menjadi daftar terbaru dalam agenda olahraganya.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar