Tuchel Bantah Kritik: Pelatih Inggris Tegas Bertahan Hingga Piala Eropa 2028
MENGABARI.COM — Badai kritik menerpa Thomas Tuchel. Namun, pelatih asal Jerman itu tetap teguh pada pendiriannya. Ia menegaskan bahwa sorotan tajam dan penurunan dukungan dari sebagian publik tidak akan menggoyahkan komitmennya untuk terus menangani Timnas Inggris hingga Piala Eropa 2028.
Meski gagal membawa Three Lions ke final Piala Dunia 2026, Tuchel menyatakan ingin tetap menghormati kontraknya. Menurut laporan ESPN, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) masih memberikan dukungan penuh kepadanya untuk melanjutkan proyek jangka panjang tim nasional.
Namun, kekalahan dramatis 1-2 dari Argentina di semifinal menjadi pukulan telak. Inggris yang sempat unggul 1-0 melalui Anthony Gordon harus kebobolan pada menit ke-85 dan 92, setelah Tuchel mengubah formasi menjadi lima bek dan melakukan sejumlah pergantian pemain yang lebih berorientasi bertahan. Keputusan itu pun menjadi sasaran kritik paling tajam.
Saat ditanya mengenai anggapan bahwa publik Inggris kini terbelah soal masa depannya, Tuchel memilih merespons dengan tenang namun tegas.
"Saya ingin membuat penilaian saya sendiri. Anda mengatakan negara ini terbelah dan ada separuh yang menentang saya. Mari kita tunggu saja. Apa sebenarnya pertanyaannya?" ujar Tuchel, dikutip dari ESPN, Sabtu (18/7/2026).
Ketika kembali ditanya apakah meningkatnya sentimen negatif dari para pendukung akan mengubah keputusannya untuk tetap melatih Inggris, ia memberikan jawaban yang tak terbantahkan:
"Itu tidak akan pernah mengubah keinginan saya untuk melanjutkan."
Meski Inggris kini hanya akan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga, bayang-bayang kekalahan dari Argentina masih menjadi perbincangan. Tuchel pun meminta semua pihak melihat hasil tersebut dalam konteks yang lebih luas.
"Ini adalah kekalahan pertama kami dalam pertandingan resmi sejak saya menangani tim. Dari 14 pertandingan, ini baru kekalahan pertama," katanya.
Ia mengakui bahwa kekalahan itu memang menyakitkan karena terjadi di semifinal melawan juara bertahan, ketika Inggris sudah memimpin hingga menit-menit akhir.
"Kami unggul 1-0 selama 85 menit melawan tim yang memiliki pemain terbaik di dunia. Kemudian kami kalah 2-1. Tentu itu sangat menyakitkan," ucapnya.
Meski gagal melangkah ke final, Tuchel menilai pencapaian Inggris menembus empat besar tetap layak diapresiasi.
"Kami pantas berada di semifinal. Kami termasuk empat tim terbaik di turnamen ini dan tentu saja ingin melangkah lebih jauh. Kami sangat kecewa karena percaya bisa mencapai final," katanya.
Namun, pelatih berusia 52 tahun itu juga jujur mengakui bahwa Inggris belum berada pada level yang sama dengan negara-negara elite seperti Argentina, Spanyol, dan Prancis.
"Mereka datang ke turnamen dengan ekspektasi menjadi juara. Kami belum berada di titik itu. Masih ada jarak yang harus kami tutup," ujar Tuchel.
Tuchel memastikan Inggris tidak akan berhenti mengejar target menjadi tim terbaik di dunia.
"Kami akan terus mengejar, terus berjuang, dan terus menantang. Kami tahu masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam permainan kami," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Tuchel menolak terjebak dalam polemik dan saling menyalahkan atas kegagalan Inggris.







