Blatter Kritik Rencana Bisnis Infantino: Hubungan dengan Trump Ciderai Sepak Bola
MENGABARI.COM – Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter angkat bicara menanggapi rencana Gianni Infantino membentuk entitas komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Rencana ini memungkinkan penjualan sebagian kecil hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Namun, kritik Blatter justru memicu perdebatan karena rekam jejaknya saat memimpin FIFA.
Melalui media sosial X, Blatter menilai kedekatan Infantino dengan Presiden AS Donald Trump telah membawa sepak bola ke arah yang mengkhawatirkan. "Hubungan erat antara Presiden FIFA dan Presiden AS telah mencapai dimensi finansial yang sangat merugikan sepak bola. Tidak seorang pun berhak menjual permainan kita," tulis Blatter .
Pernyataan ini muncul setelah The Times mengungkap rencana FIFA membentuk FFE sebagai anak usaha komersial. Melalui skema ini, FIFA ingin melepas hingga 21 persen kepemilikan kepada investor eksternal untuk menghimpun dana sekitar USD 4,2 miliar . Dana tersebut akan disalurkan ke 211 asosiasi anggota melalui program FIFA Fast-Forward .
Rencana itu menuai penolakan dari UEFA. Badan sepak bola Eropa menilai langkah ini telah melewati batas. "Jiwa dan tata kelola sepak bola bukan aset yang bisa diperjualbelikan," tegas UEFA dalam pernyataan resminya .
Meski demikian, komentar Blatter tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Banyak pihak justru menyoroti ironi pernyataan mantan petinggi FIFA yang memimpin organisasi selama 17 tahun sebelum terseret kasus korupsi pada 2015 . Komite Etik FIFA menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas, meskipun pengadilan Swiss membebaskannya dari dakwaan pidana tertentu pada 2025 .
Hingga kini, FIFA belum mengambil keputusan final terkait FFE. Rencana ini masih membutuhkan persetujuan dari 211 asosiasi anggota dan Dewan FIFA.