Wisatawan Tewas Jatuh dari Tebing Pantai Semeti: DPRD Dorong Dispar Buat Pagar Pengaman dan Plang Imbauan
LOMBOK – Tragedi kembali terjadi di Pantai Semeti, Lombok. Seorang wisatawan perempuan bernama Sabila asal Sekotong meninggal setelah jatuh dari tebing pada Minggu (2/8/2026) saat berfoto bersama rekan-rekannya.
Insiden ini menyulut kemarahan Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, Lalu Muhammad Akhyar. Ia mendesak Dinas Pariwisata (Dispar) setempat untuk segera bertindak dengan membuat pagar pembatas dan plang imbauan di lokasi wisata yang medannya sangat curam dan penuh bebatuan tersebut.
"Ini sudah dari dulu kami sampaikan kepada pihak desa, polsek maupun pemerintah daerah. Bahkan saat saya masih di Komisi II sudah kami ingatkan agar tidak ada korban lagi di sana," ujar Akhyar.
Menurut Akhyar, seharusnya Dispar sejak awal memikirkan standar keamanan berwisata di Pantai Semeti. Setidaknya, pagar sederhana dan plang peringatan layaknya rambu-rambu jalan sudah cukup untuk memberikan imbauan.
"Paling tidak kan pagar pakai tali atau plang pakai plat besi biasa yang dibuatkan peringatan seperti yang ada di rambu-rambu jalan itu," katanya.
Ia menilai pemerintah daerah dinilai tutup mata meski berulang kali ada korban di pantai tersebut. Akhyar khawatir jika kondisi itu terus diabaikan, akan muncul korban baru di lokasi yang sama.
"Tapi kalau sudah kami buatkan imbauan, pagar pembatas sebagai standar aman wisatawan tetapi mereka ngeyel, ya kami tidak bisa larang lagi. Tapi setidaknya dalam hal ini pemerintah sudah hadir memberikan peringatan," tegasnya.
DPRD dari daerah pemilihan IV itu mendorong dinas terkait untuk segera mencari solusi standar keamanan berwisata di Pantai Semeti dan Pantai Telawas. Akhyar pun mengaku sangat terbuka untuk berdiskusi soal skema penganggaran.
"Paling tidak pikirkan dulu lah solusinya. Kalau soal yang lain-lain (anggaran) kan bisa dibicarakan nanti," pungkasnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keindahan alam harus diimbangi dengan fasilitas keselamatan yang memadai agar tidak ada lagi nyawa melayang sia-sia.