Cabai Rawit Tembus Rp54 Ribu: Harga Pangan Melambung, Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%

cabai.

JAKARTA – Harga sejumlah komoditas pangan kembali melambung tinggi pada Rabu (29/7/2026). Cabai rawit merah mencatatkan harga paling fantastis, menyentuh Rp54.350 per kilogram. Tak hanya cabai, telur ayam juga ikut merangkak naik dari Rp28.800 menjadi Rp29.600 per kg, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional.

Selain cabai rawit merah, komoditas cabai lainnya juga ikut melonjak. Cabai merah besar dibanderol Rp49.100 per kg, cabai merah keriting Rp48.150 per kg, dan cabai rawit hijau Rp51.950 per kg.

Harga bumbu dapur lainnya juga tak kalah mencolok. Bawang merah dipatok Rp40.800 per kg, sementara bawang putih menyentuh Rp42.250 per kg.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, beras kualitas bawah I dijual Rp14.800 per kg dan kualitas bawah II Rp14.550 per kg. Beras kualitas medium I dan II masing-masing di harga Rp16.400 dan Rp16.200 per kg. Sementara beras kualitas super I dan super II dibanderol Rp17.700 dan Rp17.150 per kg.

Protein hewani juga ikut terdongkrak. Daging ayam ras segar di harga Rp39.650 per kg, daging sapi kualitas I mencapai Rp151.100 per kg, dan kualitas II Rp142.100 per kg.

Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.300 per kg, sedangkan gula lokal Rp19.100 per kg. Minyak goreng curah di harga Rp20.500 per liter, kemasan bermerek I Rp24.300 per liter, dan kemasan bermerek II Rp23.450 per liter.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan (year-on-year). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai tekanan inflasi ini akan mulai mereda dalam beberapa bulan ke depan.

Optimisme tersebut didasarkan pada fakta bahwa kenaikan harga saat ini lebih banyak dipicu oleh komoditas fluktuatif seperti bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pangan, bukan karena lonjakan permintaan masyarakat.

"Tapi sama ada cabai, dan lain-lain, barang-barang itu. Itu komoditas musiman. Saya harapkan nanti setelah harga minyak turun, harga Pertamax akan turun pelan-pelan sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi tekanan ke inflasi akan segera berkurang," ujar Purbaya.

Ia juga menegaskan bahwa inflasi inti (core inflation) masih stabil di 2,76 persen, menandakan bahwa kenaikan harga bersifat sementara.

Secara bulanan, inflasi tercatat 0,44 persen. Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan tingkat 2,29 persen, memberikan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional. Kenaikan harga bensin menjadi kontributor utama dengan andil 0,21 persen.

"Jadi kenaikannya bukan karena demand yang terlalu cepat," kata Purbaya.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar