Waspada, Penipuan Mengatasnamakan Whoosh Marak: KCIC Imbau Transaksi Hanya di Kanal Resmi

Kereta cepat Whoosh.

JAKARTA – Masyarakat pengguna Kereta Cepat Whoosh diminta untuk ekstra waspada. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengeluarkan imbauan serius menyusul maraknya penipuan berkedok penawaran tiket maupun paket perjalanan palsu melalui nomor WhatsApp tidak resmi.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengingatkan agar publik tidak mudah tergiur dengan tampilan yang meyakinkan. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang diberikan, tetapi selalu memastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi yang digunakan merupakan kanal resmi Whoosh," ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (29/7/2026).

Eva membeberkan, para pelaku penipuan sengaja memanfaatkan nama, logo, jadwal perjalanan, hingga materi visual resmi Whoosh agar calon korban percaya. KCIC pun menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah meminta calon penumpang mengalirkan dana ke rekening pribadi atau rekening lain melalui pesan WhatsApp tidak resmi.

Salah satu pola penipuan yang kerap ditemukan bermula dari iklan promosi di media sosial. Calon korban kemudian diarahkan untuk mengontak nomor WhatsApp tertentu. Di sana, pelaku bakal membagikan jadwal perjalanan yang mirip dengan skedul asli, meminta data diri, hingga menyuruh korban mentransfer uang ke rekening perorangan. Pelaku juga kerap mengiming-imingi promo diskon maupun fasilitas perjalanan yang sejatinya tidak ada di layanan resmi Whoosh.

Untuk menghindari kerugian, KCIC menggarisbawahi bahwa pemesanan tiket Whoosh yang sah hanya melayani transaksi melalui kanal resmi, yaitu:

  • Aplikasi Whoosh dan situs ticket.kcic.co.id
  • Loket dan Ticket Vending Machine di stasiun Whoosh
  • Mitra resmi: Access by KAI, Livin' by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, serta Trip.com

"Sementara itu, layanan Whoosh Contact Center di nomor 0811-8888-111 digunakan untuk kebutuhan informasi, kritik, saran, pengaduan, pemesanan rombongan, hingga voucher perjalanan," ujar Eva.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak sembarangan mengklik tautan atau mengunduh dokumen mencurigakan yang dikirimkan oleh nomor asing atas nama Whoosh.

"Jika menemukan indikasi penipuan, segera hentikan komunikasi dan transaksi, simpan bukti percakapan, blokir nomor tersebut, serta laporkan kepada platform terkait dan Whoosh Contact Center," pungkas Eva.

Tetap waspada dan pastikan setiap transaksi hanya melalui kanal resmi Whoosh.!

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar