OJK: Bank Waspada Ketidakpastian Global, Tapi Kredit Tetap Tumbuh
JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri perbankan nasional mulai mewaspadai ketidak pastian ekonomi global dan domestik. Terutama jika ketidakpastian itu berlangsung dalam waktu panjang yang bisa berimbas pada kinerja.
Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK triwulan III 2026. Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) tercatat berada di level 56 atau masih dalam zona optimis.
"Seluruh responden bank umum menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap perkembangan kondisi global yang berpotensi berlangsung dalam jangka waktu panjang (prolonged) dan bahkan dapat disertai risiko pemburukan yang lebih dalam," tulis OJK dalam laporannya, Minggu (13/9/2026).
Meski waspada, kekhawatiran itu belum membuat perbankan mengerem ekspansi. Berbagai indikator utama sektor jasa keuangan masih menunjukkan kinerja dan ketahanan yang terjaga.
Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) tercatat 83 atau berada di zona optimis. Responden memperkirakan penyaluran kredit tetap tumbuh seiring meningkatnya permintaan kredit serta ekspansi melalui pipeline yang telah tersedia.
Salah satu sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan kredit adalah industri pengolahan. Kredit ke sektor ini tumbuh 16,85 persen secara tahunan (yoy) pada Juli 2026.
Perbankan juga memproyeksikan industri pengolahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kredit ke depan.
Selain kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan terus bertumbuh. Pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibanding penyaluran kredit turut mendorong peningkatan net cashflow perbankan.
Dari sisi risiko, Indeks Persepsi Risiko (IPR) tercatat 57 atau tetap di zona optimis. Mayoritas responden meyakini kualitas kredit tetap terjaga. Posisi Devisa Netto (PDN) juga dinilai berada pada level rendah dengan posisi long.
Survei SBPO triwulan III 2026 melibatkan 99 bank responden pada Juli 2026, mewakili 97,91 persen dari total aset bank umum.
"Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat, perbankan diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan serta meningkatkan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan global," tulis OJK.