Serpihan Tusuk Sate di Kelas Bisnis Singapore Airlines, Mantan Bintang Pop Thailand Gugat

SINGAPURA – Sebuah insiden tak terduga di tengah penerbangan berujung pada gugatan hukum. Seorang penumpang wanita, Briohny Smyth, menggugat Singapore Airlines setelah mengaku menelan serpihan kayu dari tusuk sate yang disajikan sebagai hidangan di dalam pesawat, yang menyebabkan cedera serius pada pita suaranya.

Insiden tersebut terjadi pada Juli 2024, saat Smyth terbang dengan penerbangan SQ36 rute Singapura menuju Los Angeles. Ia yang duduk di kelas bisnis menerima hidangan sate ayam, yang merupakan menu khas maskapai tersebut.

Saat menikmati hidangan tersebut, Smyth tidak sengaja menelan serpihan kayu tajam sepanjang sekitar 3,8 sentimeter yang patah dari tusuk sate. Potongan kayu itu tersangkut di tenggorokannya dan menyebabkan batuk hebat, sensasi tersedak, serta rasa sakit yang luar biasa. Ia baru berhasil mengeluarkan serpihan tersebut setelah berjuang sepanjang penerbangan.

Setelah mendarat, keluhan di tenggorokannya tidak kunjung hilang. Ia mengaku mengalami suara serak, cepat lelah saat berbicara, dan nyeri ketika bernyanyi. Pemeriksaan oleh dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) menemukan adanya trauma dan jaringan parut pada pita suaranya, yang diduga kuat diakibatkan oleh benda asing tajam tersebut.

Yang membuat kasus ini menarik perhatian adalah latar belakang Smyth. Perempuan berusia 44 tahun itu ternyata bukanlah penumpang biasa. Ia adalah mantan bintang pop cilik yang terkenal di Thailand pada akhir 1990-an, dengan album yang meraih status platinum saat ia baru berusia 13 tahun. Kini, ia berprofesi sebagai instruktur yoga, pelatih kebugaran, dan pembicara publik di Los Angeles, yang tentu saja sangat bergantung pada kualitas suaranya untuk mencari nafkah.

Dalam gugatannya, Smyth menegaskan bahwa ia menikmati hidangan tersebut dengan cara yang semestinya dan tidak melakukan kelalaian. Ia menuntut ganti rugi yang mencakup biaya pengobatan, kehilangan pendapatan, dan kerugian lainnya karena cedera ini telah mengganggu aktivitas profesionalnya.

Hingga saat ini, Singapore Airlines belum memberikan tanggapan rinci terkait perkara tersebut karena kasusnya masih dalam proses hukum.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar