Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi Kesepakatan Perdamaian di Tengah Eskalasi

Ramli Nur
Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif.

TEHERAN — Di tengah panasnya ketegangan yang kembali menyelimuti Timur Tengah, Pakistan angkat bicara. Perdana Menteri Shehbaz Sharif secara tegas mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menjunjung tinggi komitmen perdamaian yang telah ditandatangani dalam Memorandum Kesepahaman Islamabad bulan lalu.

Dalam percakapan telepon yang hangat namun penuh tekanan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Jumat (10/7/2026), Sharif menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi ketegangan terbaru di kawasan tersebut. Ia menyerukan kepada Iran dan "semua pihak lain" untuk menahan diri dan menghindari tindakan apa pun yang dapat membahayakan kemajuan perdamaian yang "diperoleh dengan susah payah" selama beberapa bulan terakhir.

"Kesepakatan kerangka kerja ini harus menjadi fondasi abadi untuk saling pengertian, rasa hormat, dan kemakmuran bersama di kawasan dan sekitarnya," tegas Sharif dalam pernyataan resmi dari kantornya.

Pakistan, yang berperan sebagai mediator kunci dalam kesepakatan bersejarah ini, menegaskan kembali komitmen teguhnya terhadap perdamaian regional. Sharif meyakinkan Pezeshkian bahwa Pakistan akan terus memainkan peran yang "jujur dan tulus" dalam memfasilitasi dialog dan mendukung semua upaya menjaga stabilitas.

Sebagai balasannya, Pezeshkian menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran kepemimpinan Pakistan dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang gugur pada 28 Februari lalu hari pertama perang berkobar. Presiden Iran juga menegaskan kembali komitmen negaranya terhadap perdamaian dan memuji dukungan "konstruktif" Pakistan serta upaya tulusnya untuk stabilitas regional.

Kedua pemimpin juga meninjau implementasi keputusan yang diambil selama kunjungan Pezeshkian ke Islamabad bulan lalu. Mereka sepakat untuk mempercepat tindak lanjut guna memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang dan terus menjalin komunikasi erat.

Tak hanya Iran, Sharif juga melakukan percakapan telepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Kedua pemimpin sepakat menyerukan keterlibatan diplomatik dan dialog yang berkelanjutan serta kepatuhan terhadap komitmen berdasarkan memorandum perdamaian.

Sharif menyampaikan solidaritas dan dukungan Pakistan kepada rakyat Qatar atas serangan baru-baru ini, sambil menekankan bahwa "semua pihak" harus menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat merusak perdamaian.

Emir Qatar, pada bagiannya, berterima kasih kepada Pakistan atas peran "terdepan" dalam perdamaian kawasan dan meyakinkan dukungan "berkelanjutan" Doha dalam upaya mulia ini.

 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar