Konflik AS-Iran Bisa Berlarut hingga Berbulan-bulan!

Ramli Nur

TEHERAN – Ketegangan antara AS dan Iran terus memanas.! Seorang peneliti senior di Atlantic Council, Thomas Warrick, memperingatkan bahwa konflik kedua negara bisa berlarut-larut selama berbulan-bulan. Penyebabnya? Perbedaan tujuan yang sangat mendasar dan kesalahpahaman total di antara kedua belah pihak.

"Kedua belah pihak, karena alasan budaya, menafsirkan berbagai hal dengan sangat berbeda. Tujuan mereka sangat berbeda, dan pemahaman mereka tentang prioritas masing-masing juga sangat berbeda," kata Warrick kepada Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa kurangnya kepercayaan dan perbedaan mendasar ini membuat kedua negara lebih memilih menyelesaikan perbedaan melalui pertempuran daripada melalui cara damai. Namun, Warrick meyakini serangan skala besar terhadap Teheran atau pembalasan Iran terhadap negara-negara Teluk tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Yang menarik, Warrick memprediksi pola konflik akan berlangsung seperti "Perang Dingin" dengan serangan yang terjadi secara periodik. "Trump akan mengatakan sesuatu pada hari Minggu atau Senin untuk mencoba menyelamatkan perdamaian, dan kemudian pada hari Selasa, Rabu, keadaan sedikit mereda hanya untuk dimulai lagi beberapa hari kemudian," jelasnya.

Ia memperkirakan pola ini bisa berlangsung hingga pemilihan AS pada 3 November mendatang.

Salah satu akar masalah utama adalah Selat Hormuz. Iran disebut tidak mau melepaskan keinginannya untuk mengendalikan jalur perairan internasional yang telah diakui selama lebih dari 1.000 tahun itu.

"Iran tidak bersedia melepaskan gagasan bahwa mereka harus mengendalikan dan mengambil keuntungan dari lalu lintas melalui Selat Hormuz," tegas Warrick.

Ia juga menilai negosiasi selama ini tidak mencapai "kesepahaman yang sebenarnya". Defisit kepercayaan antara kedua negara menjadi penghalang terbesar untuk mengakhiri konflik.

"Kepercayaan telah rusak lagi. Kedua pihak sama sekali tidak saling percaya sebenarnya ini adalah salah satu masalah yang lebih serius yang mencegah berakhirnya perang ini," pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar