Iran Bantai Pangkalan AS Al-Jaber Kuwait, Balas Serangan di Qeshm
TEHERAN – Militer Iran melancarkan serangan drone terhadap pangkalan udara Ahmed Al-Jaber di Kuwait, menargetkan hanggar jet tempur, sistem komunikasi satelit, dan gudang peralatan strategis milik Amerika Serikat. Al-Jaber adalah pusat utama operasi udara dan pengawasan AS di kawasan Teluk.
"Serangan yang menentukan, luas, dan berskala besar oleh Angkatan Darat dan IRGC membuat musuh sangat kesulitan dan mahal untuk mencegat drone dan rudal Iran," tegas militer Iran dalam pernyataan resmi yang dimuat kantor berita Tasnim.
Serangan ini merupakan buntut dari serangan udara AS terhadap sebuah rumah tinggal di Pulau Qeshm, yang menewaskan seorang ibu, ayah, dan anak mereka yang baru berusia dua tahun. Militer Iran menyebut operasi ini sebagai pembalasan atas serangan AS tersebut.
"Militer Iran menargetkan fasilitas militer strategis AS di pangkalan udara Ahmed Al-Jaber di Kuwait menggunakan drone, sebagai respons atas agresi AS baru-baru ini," demikian pernyataan militer Iran.
Militer Iran merinci bahwa serangan drone menyasar:
- Hanggar jet tempur
- Sistem komunikasi satelit
- Gudang peralatan militer
Al-Jaber adalah pangkalan udara utama yang berfungsi sebagai pusat penting bagi pengawasan udara dan dukungan operasional AS di wilayah tersebut. Serangan ini menjadi pukulan telak bagi operasi militer Washington di kawasan Teluk.
Militer Iran menekankan bahwa serangan ini dirancang untuk membuat AS kesulitan dan menguras sumber daya dalam upaya mencegat drone dan rudal Iran. Pernyataan mereka menyiratkan bahwa meskipun AS memiliki sistem pertahanan canggih, biaya untuk mencegat setiap serangan drone Iran sangat mahal, sebuah strategi perang asimetris yang efektif.
Serangan terhadap Al-Jaber menandai eskalasi signifikan dalam konflik AS-Iran, memperluas medan perang dari Iran dan Israel ke negara-negara Teluk. Pangkalan Al-Jaber di Kuwait menjadi target karena perannya sebagai pusat operasi udara AS, menjadikannya sasaran strategis bagi Iran.