Perjanjian Gaza Butuh Berbulan-bulan Negosiasi Sulit, Pasukan Internasional 5.000 Personel Siap Dikerahkan

Perwakilan tinggi Dewan Perdamaian Gaza Nikolay Mladenov.

JALUR GAZA – Perwakilan tinggi Dewan Perdamaian Gaza, Nikolay Mladenov, mengungkapkan bahwa kesepakatan tentang perlucutan senjata dan transisi sipil di Gaza membutuhkan "berbulan-bulan negosiasi yang sangat sulit."

Mladenov menekankan dalam unggahan di X bahwa "implementasi dan verifikasi harus nyata" dan "penarikan harus berjalan seiring dengan pelucutan senjata." Ia juga menyatakan bahwa Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dan rakyat Palestina membutuhkan dukungan politik dan praktis untuk mengambil alih masa depan mereka sendiri.

Mladenov menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Trump serta Amerika Serikat, Mesir, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab. Ia juga berterima kasih kepada Dewan Keamanan PBB karena "tetap fokus pada pekerjaan kami dan secara konsisten menyampaikan betapa pentingnya untuk sepenuhnya mengimplementasikan resolusi 2803."

Hamas telah berbicara dengan para mediator, termasuk Qatar, Turki, dan Mesir. Poin penting yang menjadi kendala sebelumnya perlucutan senjata kini telah disetujui Hamas.

Itu berarti:

  • Penyerahan senjata kepada Pasukan Stabilisasi Internasional
  • Zona-zona akan diidentifikasi dan didemiliterisasi
  • Verifikasi oleh badan independen sebelum melanjutkan ke fase berikutnya

Pasukan Stabilisasi Internasional akan menjalankan tiga peran utama:

  1. Mendukung pelatihan pasukan polisi Palestina yang baru
  2. Memposisikan diri di antara Israel dan penduduk Gaza saat Israel mulai mundur
  3. Mengawasi proses pelucutan senjata, termasuk perlucutan jaringan terowongan luas di Gaza

Para pejabat AS dan Dewan Perdamaian meyakini ini adalah awal yang baru bagi Gaza. Mereka memahami seluruh proses akan memakan waktu terutama bagian demiliterisasi, yang diperkirakan dapat memakan waktu antara 200 dan 300 hari.

Pasukan Stabilisasi Internasional akan diawasi oleh seorang jenderal Amerika dan telah mendapatkan komitmen dari sejumlah negara untuk pasukan yang berjumlah sekitar 5.000 personel.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar