Rudal Korut Hantam Ukraina, Satu Keluarga Tewas
KYIV – Tragedi menghantui Ukraina! Presiden Volodymyr Zelensky mengungkapkan bukti awal menunjukkan bahwa Rusia kembali menggunakan rudal balistik Korea Utara dalam serangan mematikan pada Kamis (30/7/2026) di Radushne, sebuah desa di Ukraina tenggara.
Serangan itu menghantam rumah sebuah keluarga, menewaskan sedikitnya enam orang, empat anak dan kedua orang tua mereka. Rumah itu rata dengan tanah, dan empat anak lainnya dilaporkan hilang.
"Ini adalah rudal Korea Utara. Mereka telah kembali," tegas Zelensky dengan nada getir, mengutuk kemitraan Pyongyang dengan Moskow yang ia nilai bertanggung jawab atas kematian anak-anak Ukraina.
Zelensky belum menyebutkan jenis rudal spesifik, tetapi Pyongyang telah memasok Moskow dengan KN-23 dan KN-24 rudal balistik jarak pendek berbahan bakar padat.
- KN-23: Sering dibandingkan dengan rudal Iskander Rusia, jangkauan 300–400 mil, hulu ledak 500 kg.
- KN-24: Lebih kecil, jangkauan sekitar 250 mil, mirip dengan rudal ATACMS AS.
Intelijen Ukraina melaporkan pada Juli 2025 bahwa Rusia masih memiliki sekitar 50 unit KN-23, tetapi penggunaannya menurun dalam beberapa bulan terakhir. Serangan terakhir KN-23 tercatat pada Agustus 2025 hingga kini.
Ukraina pertama kali menemukan rudal Korea Utara pada Januari 2024, menuduh Pyongyang memasok 148 senjata balistik. Namun, amunisi ini sangat tidak andal sekitar setengahnya meledak di udara sebelum mencapai target. Analisis forensik Ukraina pada April lalu menyebut KN-23 diproduksi dengan metode dari 50 tahun lalu, menggambarkannya sebagai versi buruk dari Iskander-M.
Di tengah gempuran Moskow, Zelensky menyerukan sekutu Barat untuk mengirimkan lebih banyak rudal pertahanan udara, terutama sistem Patriot. Ukraina kekurangan pasokan rudal pencegat untuk melawan peningkatan serangan rudal balistik Rusia.
"Yang terpenting bukanlah sekadar simpati dan kecaman, tetapi rudal pertahanan udara dan tekanan terhadap Rusia yang dapat menghentikan perang bodoh ini," tegasnya.
Di tengah serangan Kamis, Ukraina dan NATO melaporkan sebuah rudal yang sesuai dengan rudal jelajah Kh-101 Rusia jatuh sekitar 60 mil di dalam wilayah Polandia, meninggalkan kawah sedalam 5 meter. Insiden ini menambah kekhawatiran akan eskalasi konflik ke wilayah NATO.