Kesepakatan Selat Hormuz di Ujung Tanduk: Iran Beri Sinyal Positif, AS Tolak Biaya Lintas

Selat Hormuz.

TEHERAN – Harapan baru muncul untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia yang telah menjadi pusat ketegangan selama berbulan-bulan. Sumber-sumber diplomatik di Teheran melaporkan adanya indikasi positif dari pihak Iran, meskipun situasi masih rentan dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Berbagai pihak sempat menyatakan kesepakatan sudah di depan mata, namun pada titik tertentu ketegangan kembali memuncak. Kini, ada angin segar. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, bahkan hingga menteri luar negeri sendiri, menyebutkan adanya kemajuan dalam pembicaraan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dalam pernyataannya di televisi pemerintah, mengungkapkan bahwa kedua pihak sedang berupaya menentukan jalur pelayaran yang aman serta rute keluar-masuk bagi kapal-kapal untuk membuka kembali selat tersebut.

Ia menekankan bahwa jalur-jalur tersebut harus mengakomodasi hak kedaulatan dan kepentingan keamanan Iran dan Oman. Proses diplomasi baik dari sisi teknis maupun politis saat ini dinilai positif.

Namun, di balik optimisme, masih ada keraguan. Sumber-sumber diplomatik juga menyinggung adanya pihak-pihak yang berpotensi mengganggu proses ini. Meski demikian, kabar baik datang dari isu bahwa kesepakatan mungkin bisa tercapai pada akhir hari Rabu.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat Steve Mnuchin mengisyaratkan kesepakatan bisa tercapai paling cepat Selasa. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi.

Pemerintahan Trump dengan tegas menolak Iran memungut biaya lintas, dengan argumen Selat Hormuz adalah jalur air internasional yang terbuka bagi semua kapal, tanpa memandang negara asal bendera atau tempat pendaftaran.

Di sisi lain, Iran bersikukuh bahwa mereka berhak mengenakan semacam biaya. Laporan menyebutkan sebagai gantinya, dukungan finansial dapat diberikan untuk pemulihan lingkungan, pemeliharaan jalur pelayaran, atau pembersihan ranjau di jalur utama.

Washington tidak ingin Iran memungut bayaran secara langsung kepada kapal-kapal komersial untuk melintasi selat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar