Netanyahu Tolak Gencatan Senjata dan Penarikan dari Gaza, Israel Tetap Bertekad Perangi Hamas

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas menolak gencatan senjata maupun penarikan pasukan dari Jalur Gaza, meskipun ada rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sikap keras ini disampaikan Netanyahu kepada utusan utama Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov, dalam pertemuan di hari Senin (4/8/2026).

Media Israel, Israel Hayom, mengutip sumber-sumber anonim mengatakan bahwa Netanyahu menolak semua tawaran yang ada. "Israel tidak akan menarik diri dari posisi yang dikuasainya di Gaza, dan tidak akan melakukan gencatan senjata," tegas Netanyahu kepada Mladenov.

Menurut Netanyahu, Hamas terus membangun kembali kemampuan militernya dan menimbulkan ancaman langsung bagi tentara Israel maupun masyarakat di sekitar Gaza. "Hamas terus membangun kembali kemampuan militernya dan menimbulkan ancaman langsung bagi tentara Israel dan masyarakat di sekitar Gaza," klaimnya.

Pada hari Jumat, Dewan Perdamaian merilis draf perjanjian yang menguraikan prinsip-prinsip dan mekanisme implementasi untuk fase selanjutnya dari rencana Gaza Trump, termasuk pengaturan keamanan, administrasi, dan transisi di wilayah tersebut.

Namun, di tengah upaya diplomatik, militer Israel justru menetapkan tiga garis merah terkait kerangka kerja tersebut. Menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, para pejabat militer senior Israel akan menyampaikan tuntutan ini kepada Kepala Staf Eyal Zamir dalam diskusi pada hari Rabu.

Tiga garis merah tersebut adalah:

  • Kebebasan bertindak penuh untuk "menghilangkan ancaman" di Gaza.
  • Kendali penuh atas senjata di Gaza.
  • Penolakan terhadap penarikan pasukan secara bertahap kecuali Hamas dilucuti sepenuhnya.

Israel telah membunuh lebih dari 73.000 orang Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya dalam perang brutal di Gaza sejak Oktober 2023. Meskipun perjanjian gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025, Israel terus melanjutkan serangannya di seluruh wilayah tersebut, menewaskan 1.250 warga Palestina dan melukai 4.110 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar