3 Alasan Turki Tak Bisa Lepas dari AS dan NATO, Menurut Penasihat Erdogan
NEW YORK — Turki dan Amerika Serikat memiliki hubungan yang jauh lebih dalam dari sekadar kerja sama militer. Akif Cagatay Kilic, Penasihat Utama Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menegaskan bahwa NATO tetap menjadi pilar utama dalam hubungan kedua negara.
"Hubungan yang kami miliki dengan AS sangat berbeda dibandingkan dengan banyak hubungan lain yang kami jalin di seluruh dunia," ujar Kilic dalam diskusi panel bertajuk "Hubungan Türkiye-AS Menjelang Peringatan Satu Abad" di New York, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, Senin (21/9/2026).
Panel itu diselenggarakan Direktorat Komunikasi Turki dan turut dihadiri Cagri Erhan (Wakil Ketua Dewan Kepresidenan untuk Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri), James Jeffrey (mantan Dubes AS untuk Turki), serta Matthew Bryza (mantan Dubes AS untuk Azerbaijan).
Berikut tiga alasan mengapa Turki tak bisa melepaskan diri dari AS dan NATO:
1. Turki Menang secara Geografis
Kilic menekankan hubungan bilateral kedua negara tidak semata-mata didasarkan pada aspek militer. Namun, ia mengakui NATO merupakan bagian penting dari hubungan tersebut.
Ia menyoroti bahwa kawasan dan letak geografis Turki pada 1950-an dan 1960-an telah banyak berubah. Kini, lanskap regional sangat berbeda. Namun, keberadaan Turki justru menjadi faktor konstan dalam peta geografis tersebut.
Ankara, katanya, adalah "titik utama dan krusial bagi stabilitas."
Sementara itu, Erhan menekankan aspek sejarah hubungan bilateral yang telah terjalin sejak 1830-an, saat Kekaisaran Ottoman masih berdiri. Ia mengingatkan bahwa meskipun AS terlibat dalam Perang Dunia I, negara itu tidak pernah menyatakan perang terhadap Kekaisaran Ottoman.
"Mereka menyatakan perang terhadap Jerman, bukan terhadap Ottoman," ujarnya.
2. Turki dan AS Saling Melengkapi
James Jeffrey menyebut AS dan Turki "saling melengkapi." Menurutnya, Ankara dapat "memengaruhi seluruh wilayah Mediterania atau sebagian besar Eropa."
"Koordinasi antara kedua ibu kota ini sungguh luar biasa," ujarnya.
Jeffrey juga menyoroti banyaknya kepentingan dan nilai bersama antara Ankara dan Washington. "Kita hidup di dunia yang sama," katanya.
Ia menyebut berbagai organisasi seperti IMF, Bank Dunia, OECD, dan NATO. Namun, menurutnya, hal ini melampaui sekadar institusi.
"Pemahaman terbaik dapat diperoleh dengan melihat bagaimana Tiongkok, Rusia, dan Iran tidak berada dalam tatanan dunia tersebut," tambahnya.
3. 100 Tahun Hubungan Diplomatik
Direktorat Komunikasi Turki menggelar pameran foto di pintu masuk lokasi diskusi panel untuk memperingati 100 tahun hubungan diplomatik Turki-AS.
Pameran tersebut menampilkan sekitar 30 foto istimewa yang merekam pertemuan tingkat tinggi antara para pemimpin Turki dan pejabat AS, serta kunjungan presiden AS ke Turki sejak dimulainya hubungan diplomatik kedua negara.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pameran yang menjadi pengingat panjangnya perjalanan hubungan kedua negara tersebut.